Pemkab Tapin mengalokasikan Rp1,716 miliar BST dampak inflasi dan paket sembako untuk 1.430 KK guna tingkatkan daya beli warga miskin.
Rantau, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Tapin menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bantuan sembako untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga miskin. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas keluarga dan menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan dalam kegiatan Peningkatan Kualitas Keluarga di Desa Hatiwin, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Selasa (13/10/2026).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapin, H Syafrudin, mengatakan, pada 2026 pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,716 miliar untuk penyaluran BST dampak inflasi kepada keluarga penerima manfaat di sembilan kelurahan di Kabupaten Tapin.
Program tersebut menargetkan sebanyak 1.430 kepala keluarga (KK). Bantuan diberikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus mengurangi dampak kenaikan harga barang terhadap pengeluaran rumah tangga.
BST diberikan sebesar Rp300.000 per bulan selama empat bulan, sehingga setiap keluarga penerima memperoleh total Rp1,2 juta. Penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Kalsel Cabang Rantau.
Selain bantuan tunai, Dinas Sosial juga menyalurkan 21 paket sembako bagi keluarga miskin. Setiap paket terdiri atas beras lima kilogram, gula pasir dua kilogram, dan minyak goreng dua liter.
Bupati Tapin H Yamani mengatakan, bantuan sosial merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran keluarga, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Menurutnya, program bantuan perlu diarahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat penerima. Karena itu, ketepatan sasaran dan kelancaran penyaluran menjadi hal penting dalam pelaksanaan program perlindungan sosial.
Melalui penyaluran BST dan sembako tersebut, Pemkab Tapin berharap daya beli keluarga miskin tetap terjaga dan kebutuhan pangan rumah tangga dapat terpenuhi. Program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.





