Pemkab Banjar menggelar Festival Budaya Banjar 2026 tingkat Kalsel di Martapura untuk melestarikan seni tradisional dan mendorong regenerasi.
Martapura, Kalselpos.com – Upaya menjaga kelestarian seni dan budaya daerah terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui Festival Budaya Banjar (FBB) 2026, tiga cabang perlombaan tradisional kini dibuka hingga tingkat Provinsi Kalimantan Selatan agar semakin banyak kelompok seni terlibat dalam pelestarian warisan budaya Banjar.
Festival yang digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar tersebut berlangsung selama tiga hari, 13–15 Oktober 2026, dengan pusat kegiatan di halaman Kantor Kecamatan Martapura.
Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi mengatakan, peningkatan status kompetisi dilakukan untuk memperluas jangkauan peserta sekaligus memperkenalkan seni tradisional Banjar kepada masyarakat yang lebih luas.
Tiga cabang yang kini diperlombakan di tingkat provinsi meliputi Festival Sinoman Hadrah, Festival Rudat, dan Festival Musik Panting. Sementara Festival Maulid Habsyi tetap dilaksanakan pada tingkat Kabupaten Banjar karena tingginya antusiasme kelompok seni lokal.
Menurut Habib Idrus, festival tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan daerah.
Ia juga menyoroti keterlibatan kalangan pelajar dalam kegiatan tersebut sebagai langkah penting untuk memastikan keberlanjutan tradisi di tengah perkembangan zaman.
“Hal yang juga istimewa pada penyelenggaraan kali ini adalah adanya kolaborasi dengan Pagelaran Seni dan Budaya dari Program Nasional Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Ini adalah bukti nyata bahwa regenerasi pelestari budaya sudah berjalan dari tingkat sekolah dasar dan menengah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, H Irwan Jaya, berharap penyelenggaraan festival mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kesenian lokal di tengah derasnya pengaruh budaya asing.
Berdasarkan data panitia, Festival Sinoman Hadrah diikuti enam grup, Festival Maulid Habsyi sebanyak 23 grup, Festival Rudat 16 grup, dan Festival Musik Panting enam grup.
Selain perlombaan, Festival Budaya Banjar 2026 juga menghadirkan pertunjukan seni dari program GSMS yang melibatkan tujuh sekolah menengah pertama (SMP) dan satu sekolah luar biasa (SLB).
Keterlibatan para pelajar tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pewarisan budaya sejak dini. Dengan demikian, kesenian tradisional Banjar tidak hanya bertahan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga terus berkembang dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Banjar mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku seni, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar pelestarian budaya daerah dapat menjangkau lebih banyak kalangan.





