Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Mathari meminta Pemkot melakukan kajian teknis menyeluruh sebelum menganggarkan penanganan Jembatan Banyiur.
BANJARMASIN, Kalselpos.com – DPRD Kota Banjarmasin mengingatkan Pemerintah Kota agar tidak terburu-buru mengalokasikan anggaran untuk penanganan Jembatan Banyiur. Sebelum dana disiapkan, pemerintah diminta melakukan kajian teknis secara menyeluruh agar jenis pekerjaan dan besaran anggaran benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Mathari, menegaskan langkah awal yang harus dilakukan adalah mengetahui kondisi aktual jembatan. Dari hasil kajian tersebut baru dapat dipastikan apakah penanganan yang dibutuhkan berupa perbaikan, rehabilitasi, atau bentuk pekerjaan lainnya.
“Jembatan Banyiur harus dihitung secara matang. Kita perlu mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk pekerjaan apa yang dibutuhkan dan berapa anggaran yang diperlukan,” ujarnya.
Menurut Mathari, Dinas Pekerjaan Umum (PU) perlu melakukan pemeriksaan secara komprehensif terhadap kondisi fisik jembatan. Hasil evaluasi itu nantinya menjadi dasar dalam menentukan skala penanganan sekaligus menghitung kebutuhan biaya secara tepat.
“Dinas PU harus menghitung secara keseluruhan, baik kondisi jembatan maupun kebutuhan pekerjaannya. Jadi sebelum masuk ke penganggaran, semuanya harus jelas,” katanya.
Ia menambahkan, ketelitian dalam penyusunan rencana menjadi semakin penting karena pembahasan APBD Perubahan tengah berlangsung. Jika proyek penanganan Jembatan Banyiur akan dimasukkan ke dalam anggaran, maka seluruh kebutuhan pembiayaan harus sudah didukung hasil perhitungan yang jelas.
“Apalagi sekarang masuk dalam pembahasan APBD Perubahan. Kalau memang penanganan Jembatan Banyiur akan dianggarkan, kebutuhan dananya harus sudah dihitung dengan baik,” jelasnya.
Mathari juga mengingatkan agar pemerintah tidak menetapkan pagu anggaran hanya berdasarkan perkiraan. Menurutnya, perencanaan yang kurang matang berisiko menyebabkan dana yang dialokasikan tidak mampu menuntaskan pekerjaan.
“Jangan sampai anggaran yang disiapkan ternyata tidak mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan. Karena itu, sejak awal perencanaannya harus benar-benar matang dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” tegasnya.





