Karhutla hebat melanda lahan belakang Kampus UNISKA Handil Bakti, asap tebal menyelimuti permukiman warga Barito Kuala.
Banjarmasin, kalselpos.com – Warga Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola) kembali melalui hari dengan ‘mencekam’.
Setelah, Selasa (6/10/26) malam, sebelumnya, langit ‘memerah’ akibat dua titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang hanya berjarak 2 jam, kini pada Rabu (7/10/2026) siang, giliran lahan di belakang Kampus UNISKA di Handil Bakti yang terbakar hebat.
Berdasarkan pantauan video di media sosial, kebakaran hebat terjadi di belakang Kampus UNISKA sekitar pukul 13.00 Wita.
Asap tebal membumbung tinggi hingga terlihat dari gedung Kampus UNISKA dan menyelimuti permukiman warga.
Video yang beredar di akun @aku faje dan @infokalsel id, sebagaimana dikutip, menunjukkan langit Handil Bakti gelap tertutup asap.
Warga terlihat panik karena jarak api cukup dekat dengan permukiman.
Kejadian siang ini merupakan rentetan dari kejadian malam sebelumnya.
Seperti diketahui, sebelumnya warga Handil Bakti melalui hari yang ‘mencekam’, pada Selasa (6/10/2026) malam, di mana dalam rentang waktu hanya 2 jam, terjadi dua kali Karhutla hingga rumah warga tersambar.
Hingga Rabu siang ini, petugas gabungan dari BPBD Batola, BPK dan relawan masih berjibaku melakukan pemadaman di lokasi belakang UNISKA.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, diduga akibat pembakaran lahan di musim kemarau.
Pihak kampus UNISKA sendiri dikabarkan bersiaga dengan menyiapkan BPK dan petugas jaga untuk antisipasi jika api merembet ke area kampus.
Sebelumnya, warga Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Selasa (6/10/2025) malam, dihebohkan dengan peristiwa terjadinya dua Kebakaran lahan di wilayah mereka.
Kejadian sendiri hanya berlangsung dalam rentang waktu hanya sekitar 2 jam, ketika dua kebakaran lahan besar terjadi di koridor jalan yang sama.
Langit malam langsung memerah, asap tebal menyelimuti permukiman dan api dilaporkan sudah menyambar rumah warga.
Kebakaran pertama terekam sekitar pukul 18.55 Wita.
Dari video yang beredar di akun info.kebakaran_bjm, memperlihatkan kobaran api yang membumbung tinggi di lahan kosong, warga hanya bisa berkerumun dari kejauhan.
Belum selesai kejadian pertama, sekitar pukul 22.00 Wita, api kembali muncul dengan skala lebih besar. Titiknya berpindah tidak jauh.
Titik pertama berada di Jalan Trans Kalimantan, Griya Permata, Komplek Persada Permai Baru Jalur 21, Batola. Di lokasi ini, informasi yang diterima menyebutkan api sudah mengenai rumah warga.
Titik kedua hanya beberapa kilometer dari titik pertama, tepatnya di Jalan Trans Kalimantan dekat Kampus Uniska Handil Bakti, di belakang Komplek Kebun Jeruk dan Komplek Handil Bakti Indah, Batola.
Dari video terlihat puluhan warga dan pengendara motor berhenti di bahu jalan, menyaksikan langit yang berubah orange pekat akibat kobaran api.
Kejadian malam ini bukan insiden tunggal. Hampir setiap hari, kebakaran lahan terjadi di Kalimantan Selatan.
Salah satu titik langganan adalah Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.
Lahan gambut di sisi kiri-kanan jalan tersebut terus terbakar. Pada hari sebelumnya, Karhutla juga terpantau di dekat Terminal Gambut Barakat Km 17 dan bahkan sempat mendekati RSJ Sambang Lihum, yang mengharuskan puluhan pasien dievakuasi.
Kondisi lahan gambut yang kering, ditambah angin kencang di malam hari, membuat api dengan cepat merambat dan sulit dipadamkan. Jalur Trans Kalimantan – Syarkawi kini menjadi koridor api terpanjang di Banua.
Hingga pukul 23.30 Wita, tim gabungan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) dari Batola dan Banjarmasin masih berjibaku melakukan pembasahan di lokasi. Belum ada data resmi terkait jumlah rumah terdampak dan luas lahan yang terbakar.
Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melapor jika menemukan titik api baru.





