Gelombang massa mulai memadati kawasan Gedung DPR RI Senayan untuk mempersiapkan aksi unjuk rasa menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset.
Jakarta, kalselpos.com –
Gelombang massa yang akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, mulai memadati lokasi pada Rabu (26/8). Massa aksi terpantau mulai sibuk menyiapkan berbagai atribut tuntutan untuk demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8) besok.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu siang, puluhan orang berkumpul untuk membuat spanduk menggunakan kain putih dan cat semprot. Mereka menuliskan poin-poin tuntutan serta pesan aksi pada kain tersebut.
Sejumlah atribut dan bendera organisasi kemasyarakatan sudah tampak berkibar di lokasi. Di antaranya milik Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB), serta spanduk bernada protes bertuliskan “No Viral No Justice”.
Dalam aksi yang akan digelar Kamis besok, salah satu tuntutan utama massa adalah mendesak DPR RI untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset.
Aksi ini juga mendapat sorotan dan dukungan dari masyarakat sekitar. Sejumlah pengemudi ojek daring (ojol) terlihat berkumpul di sekitar lokasi untuk memberikan dukungan moral. Beberapa di antaranya bahkan ikut membantu menurunkan barang dan logistik dari kendaraan yang baru tiba.
Tak hanya itu, dukungan logistik berupa makanan siap saji dan air mineral terus mengalir ke lokasi. Sejumlah warga yang mengendarai kendaraan pribadi tampak berhenti untuk membagikan makanan kepada massa. Beberapa warga lainnya juga memberikan sumbangan uang tunai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan tersebut.
Arus massa diprediksi akan terus bertambah hingga malam ini. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ratusan warga dari Pati, Jawa Tengah, dijadwalkan tiba di Jakarta pada Rabu malam.
Rombongan dari Jawa Tengah ini bergerak ke Ibu Kota khusus untuk bergabung dengan massa lainnya dalam aksi besar di kawasan Gedung MPR/DPR RI pada Kamis besok.





