Pemkot Banjarbaru meraih nilai sempurna 100,00 dengan predikat “Sangat Tinggi” dan menempati peringkat pertama IKADA di wilayah Kanreg VIII BKN.
Banjarbaru, Kalselpos.com –
Pemerintah Kota Banjarbaru mencatat prestasi membanggakan dalam pengelolaan data kepegawaian. Tepatnya, Pemkot Banjarbaru berhasil meraih nilai sempurna 100,00 dengan predikat “Sangat Tinggi”. Dalam hal ini, mereka sukses menempati peringkat pertama Indeks Kualitas Data (IKADA) di wilayah Kantor Regional (Kanreg) VIII.
Selanjutnya, capaian luar biasa tersebut tidak lepas dari konsistensi pemerintah daerah setempat. Mereka selalu menerapkan tata kelola kepegawaian sesuai ketentuan yang berlaku. Di samping itu, keberhasilan ini berakar dari kepatuhan terhadap Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK). Petugas juga aktif melakukan pemutakhiran data ASN serta memaksimalkan pemanfaatan sistem digital.
Tentunya, Kepala BKPSDM Kota Banjarbaru, Slamet Riyadi, menyambut gembira pencapaian prestisius tersebut. Apalagi, beliau menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari proses manajemen yang konsisten. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci utama BKPSDM dalam bekerja. Menurutnya, penerapan NSPK sangat efektif untuk menjaga keakuratan dan kelengkapan data kondisi riil ASN.
Khususnya terkait dukungan internal, peran pimpinan daerah juga memegang andil sangat besar. Padahal, tantangan menyelaraskan data ribuan pegawai tentu tidak mudah. Maka dari itu, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, terus memberikan arahan tegas. Beliau selalu berpesan agar jajarannya menjalankan seluruh proses administrasi kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, Slamet menambahkan bahwa kualitas IKADA juga sangat dipengaruhi faktor kedisiplinan pegawai. Sebab, para ASN wajib melakukan pemutakhiran data secara mandiri melalui aplikasi MyASN. Dengan kata lain, pegawai yang telah menyelesaikan pendidikan atau pelatihan harus segera mengunggah dokumen kelulusan mereka. Langkah cepat ini penting karena seluruh sistem layanan BKN kini sudah terintegrasi secara digital.
Terkait hal tersebut, kelalaian dalam memperbarui data berpotensi menimbulkan sumbatan birokrasi. Menurutnya, kesesuaian data pada sistem digital akan mempermudah seluruh urusan kenaikan pangkat pegawai. Bahkan, peringkat tertinggi ini menjadi bukti bahwa digitalisasi mampu memangkas waktu pelayanan administrasi. Oleh sebab itu, integrasi sistem digital membawa dampak positif yang masif bagi internal Pemkot.
Pada dasarnya, capaian nilai sempurna ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai elemen penting. Alhasil, perpaduan antara komitmen pimpinan dan kedisiplinan ASN melahirkan performa birokrasi yang sehat. Namun, Slamet mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri dengan piala penghargaan tersebut. Sebaliknya, BKPSDM Kota Banjarbaru harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan predikat juara bertahan.
Kemudian, beliau meminta tim pengelola kepegawaian meningkatkan ketelitian dalam menyaring berkas administrasi. Langkah antisipasi ini sangat penting, terutama saat menerima usulan mutasi ASN dari luar daerah. Dengan demikian, akurasi data kepegawaian Banjarbaru tetap terjaga bersih dari kesalahan input. Pada akhirnya, tata kelola yang transparan dan akuntabel ini akan mewujudkan sistem pemerintahan yang jauh lebih efektif.





