Fossball Balangan Juara BRE Cup VIII U-15, Tuan Rumah Belum Kebagian 

Teks foto  Asisten Pemerintahan dan Kesra H Zainal Abidin menyerahkan tropi dan uang pembinaan kepada Tim Fossball Balangan meraih Juara 1 di Turnamen Sepakbola BRE CUP VIII U15 tahun 2026.(ist)(kalselpos.com)

Fossball Balangan meraih gelar juara PT BRE Cup VIII U-15 2026 usai membantai SSB Nagara Dipa 5-0 pada partai final di Lapangan Dwi Darma, Rantau.

Rantau, kalselpos.com  –

Bacaan Lainnya

Fossball Balangan tampil sebagai juara PT Bhumi Rantau Energi (BRE) Cup VIII U-15 2026. Mereka sukses menundukkan SSB Nagara Dipa, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dengan skor telak 5-0 pada laga final di Lapangan Dwi Darma, Rantau, Senin (28/9/2026) sore.

 

Lima gol Fossball Balangan memastikan tim tersebut membawa pulang gelar juara pertama. Selanjutnya, SSB Nagara Dipa menempati posisi kedua, sedangkan SSB Wasaka Banjarmasin berada di peringkat ketiga dan PS Padang Batung di posisi keempat.

 

Kemenangan tersebut menjadi penutup rangkaian kompetisi sepak bola usia muda. Turnamen ini mempertemukan tim-tim tangguh dari sejumlah daerah di Kalimantan Selatan.

 

Bagi PT BRE, kompetisi tidak semata-mata menjadi ajang perebutan gelar juara. Namun, perusahaan juga membuka ruang untuk menguji kemampuan pemain muda melalui pertandingan kompetitif.

 

General Manager PT BRE Yardi Aswan mengatakan bahwa hasil turnamen menunjukkan pentingnya kompetisi rutin bagi perkembangan pemain usia muda. Menurut dia, pertandingan menjadi bagian dari proses membangun kemampuan teknis sekaligus mental pemain.

 

“Turnamen ini bukan hanya untuk menentukan juara. Sebaliknya, BRE Cup merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda melalui olahraga, khususnya sepak bola,” kata Yardi.

 

Ia mengakui belum ada wakil Kabupaten Tapin yang mampu menembus partai final tahun ini. Oleh karena itu, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dorongan untuk memperkuat pembinaan pemain muda di daerah.

 

PT BRE akan melanjutkan pembinaan melalui Sekolah Olahraga Barito Putera (SOBP) BRE Muda di Kabupaten Tapin. Program tersebut bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan pemain potensial sejak usia dini.

 

“Melalui latihan rutin, pembinaan berkelanjutan, dan kompetisi yang konsisten, kami berharap lahir atlet sepak bola berbakat. Dengan begitu, mereka mampu membawa nama Tapin dan Kalimantan Selatan ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

 

Yardi juga berharap pemain tidak berhenti berlatih setelah kompetisi berakhir. Beliau menilai hasil pertandingan, baik kemenangan maupun kekalahan, sebagai bagian dari proses pembentukan karakter atlet.

 

“Menang atau kalah adalah bagian dari proses. Hal yang paling penting adalah pemain belajar bekerja keras, menghargai lawan, menjunjung sportivitas, menerima hasil pertandingan, dan terus memperbaiki diri,” katanya.

 

Ketua Askab PSSI Kabupaten Tapin Ferdy Setiawan mengapresiasi penyelenggaraan BRE Cup tersebut. Ia berharap turnamen ini dapat kembali bergulir pada tahun berikutnya dengan kualitas persaingan yang semakin baik.

 

Ferdy juga meminta pemain yang belum meraih gelar juara tidak menyerah. Pengalaman bertanding harus menjadi modal utama untuk meningkatkan kemampuan pada kompetisi berikutnya.

 

“Semoga turnamen ini menjadi bagian dari pembinaan sepak bola di Kabupaten Tapin. Kami juga akan melakukan pembinaan secara maksimal terhadap atlet-atlet muda Tapin,” kata Ferdy.

 

PSSI Tapin akan memperkuat proses seleksi dan pembinaan pemain muda. Langkah seleksi ini bertujuan untuk memetakan pemain potensial yang siap menghadapi kompetisi di tingkat daerah maupun provinsi.

 

“Kami akan melakukan seleksi secara ketat terhadap atlet-atlet muda Tapin. Melalui cara ini, pembinaan dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

 

Menurut Ferdy, pembinaan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut sangat penting agar pemain muda Tapin memiliki kesempatan berlatih dan bertanding secara lebih teratur.

 

Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Tapin Zainal Abidin menyampaikan sambutan Bupati Tapin H Yamani. Beliau mengucapkan selamat kepada para pemenang di turnamen sepakbola PT BRE Cup VIII U15 tahun 2026. Selain itu, beliau meminta tim yang belum berhasil untuk tetap semangat berlatih agar bisa menjadi yang terbaik di masa mendatang.

 

Sementara itu, kegagalan tim Tapin dalam meraih juara harus menjadi pemicu untuk memperbaiki pembinaan. Jadi, semua pihak tidak hanya fokus pada hasil akhir kompetisi saja.

 

“Walaupun tim Kabupaten Tapin belum berhasil menjadi juara, hasil ini harus memacu semangat untuk terus berlatih,” kata Zainal.

 

Ia berharap pengurus melakukan pembinaan pemain muda Tapin secara terarah dan berkesinambungan. Dengan demikian, tim daerah memiliki daya saing lebih kuat pada penyelenggaraan berikutnya.

 

“Saya berharap pembinaan atlet Kabupaten Tapin berjalan secara maksimal dan terarah. Hasilnya, tim sepak bola Tapin dapat bersaing dengan tim lain di Kalimantan Selatan pada tahun-tahun mendatang,” tutupnya.

Pos terkait