Sebanyak 33 wisatawan asal Malaysia mengunjungi Kabupaten Banjar. KBB meminta fasilitas wisata lebih ramah lansia.
Martapura, Kalselpos.com – Kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Banjar terus naik. Sebanyak 33 wisatawan asal Ipoh Malaysia menjelajahi sejumlah destinasi unggulan daerah, Minggu (2/8/2026), dengan dukungan dari Kerukunan Bubuhan Banjar dan pegiat pariwisata.
Dari jumlah itu, 18 orang berusia di atas 60 tahun. Pelaku pariwisata memberikan perhatian serius pada hal ini untuk terus meningkatkan layanan serta fasilitas yang lebih ramah bagi lansia.
Penerbangan langsung AirAsia ke Kalimantan Selatan turut mendorong peningkatan ini. Langkah ini membuat akses ke berbagai lokasi wisata kini menjadi lebih mudah dan cepat.
Wakil Ketua IV Kerukunan Bubuhan Banjar, Muhammad Ary, menyatakan pertumbuhan wisatawan menuntut konsistensi penerapan konsep Sapta Pesona. Keamanan, kenyamanan, kebersihan, ketertiban, dan cenderamata menjadi kunci utama untuk menghadirkan pengalaman terbaik.
Ia juga meminta Pemkab Banjar lewat Perusda PBB membenahi Pasar Cahaya Bumi Selamat Martapura. Pasar wisata itu butuh fasilitas lebih nyaman, khususnya bagi lansia.
“Setiap bulan pasti ada rombongan dari Malaysia atau Singapura. Sebagian besar lansia, jadi mereka butuh tempat ibadah nyaman, area teduh, dan toilet bersih dengan kloset duduk,” ujarnya.
Selain pasar itu, Muhammad Ary juga menilai Pasar Terapung Lok Baintan butuh pembinaan pedagang agar tetap ramah tamah. Ia berharap pedagang tidak lagi saling berebut pengunjung karena bisa mengurangi kenyamanan.
“Keramahan warga Banjar harus tetap menjadi daya tarik utama. Langkah ini membuat wisatawan betah dan ingin kembali,” katanya.
Sementara itu, kunjungan ini membuka peluang kerja sama ekonomi antar pengusaha keturunan Banjar di Malaysia dengan kampung halaman. Turut hadir pengusaha PLTA Haji Mazlan dan pengusaha energi surya Datuk Muhammad Guntur. Pihak daerah mengharapkan keduanya menjajaki kolaborasi, termasuk alih teknologi.
Perwakilan rombongan, Haji Mazlan, menyatakan perjalanan ini bukan sekadar wisata, melainkan langkah nyata merajut silaturahmi dengan tanah leluhur.
Ia adalah generasi keempat keturunan Banjar di Malaysia dari garis Haji Ismail.
“Datuk buyut saya Haji Ismail orang pertama yang datang ke sana. Perjalanan berlanjut ke Haji Wahid, lalu ayah saya Mansur, dan kini saya,” tuturnya.
Mazlan menambahkan, warga keturunan Banjar kini banyak tinggal di Perak, Selangor, dan Johor. Di Perak, mereka tersebar di Bagan Serai, Teluk Intan, hingga Kampung Gajah.
Karena mayoritas berusia lanjut, rombongan memilih lokasi yang mudah mereka jangkau tanpa menguras tenaga besar.
“Peserta tertua kami usia 87 tahun. Makanya kami pilih wisata santai. Kalau nanti anak muda mendominasi rombongan, tentu kami mencari destinasi yang lebih menantang,” ujarnya.
Usai keliling, rombongan juga membeli oleh-oleh khas Banjar di Martapura. Mereka paling banyak memilih kerajinan jangang dan kupiah untuk dibawa pulang.
Sebelum ke Banjar, mereka lebih dulu mengunjungi tempat wisata di Banjarmasin dan kawasan intan Cempaka Banjarbaru. Rombongan berencana kembali ke Malaysia hari Senin setelah menyelesaikan seluruh agenda kunjungan.





