Disbudporapar Banjarmasin resmi membatalkan Festival Jukung Tanglong dan event ekraf Harjad ke-500. Anggaran kegiatan dialihkan ke TAPD.
BANJARMASIN, Kalselpos.com –
Pemerintah Kota Banjarmasin mengubah total agenda Hari Jadi ke-500. Langkah ini membatalkan semua acara hiburan. Pemerintah menghentikan kegiatan ekonomi kreatif juga. Sebab, masyarakat sedang menghadapi duka bencana.
Kepala Disbudporapar Banjarmasin Ibnu Sabil membenarkan hal itu. Ia memastikan acara lima abad kota batal. Pemerintah menghapus Festival Jukung Tanglong. Banjarmasin International Ekraf Festival juga batal. Festival Kuliner dan Phoria Musik ikut batal.
“Wali Kota melihat duka akibat bencana,” kata Sabil. Sabil menyampaikan hal itu pada Jumat (18/9/2026). Pihak dinas akan segera menemui semua peserta. Mereka mengutamakan para perajin jukung tanglong.
Sabil meminta para perajin tidak kecewa. Persiapan mereka pasti berguna untuk masa depan. Peserta dapat menyimpan karya untuk acara nanti. “Mereka tidak membuang persiapan secara sia-sia,” ucapnya.
Ia berharap semua mitra kerja memaklumi keputusan. Kebijakan ini murni bentuk empati pemerintah. “Kami segera menyampaikan pembatalan kepada peserta,” tambahnya.
Sabil menjelaskan rencana pengelolaan dana acara. Dinas mengembalikan anggaran kepada tim daerah. Dana itu untuk kebutuhan masyarakat lainnya.
Keputusan besar ini mengubah wajah perayaan kota. Warga memperingati lima abad secara sederhana. Langkah ini menghormati semua korban musibah.





