Harjad ke-500 Banjarmasin digelar sederhana, Ziarah Sultan Suriansyah tetap berlangsung

Teks foto: Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Banjarmasin, Diyannoor.(kalselpos.com)

Pemko Banjarmasin meniadakan pesta perayaan Harjad ke-500 sebagai empati bencana dan tragedi KM Virgo 8, namun tetap menggelar ziarah makam Sultan Suriansyah.

BANJARMASIN, Kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin tahun 2026 akan berlangsung dalam suasana berbeda. Di tengah berbagai musibah yang melanda sejumlah daerah, Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan meniadakan seluruh rangkaian kegiatan yang bersifat hiburan.

Meskipun pemerintah meniadakan pesta perayaan, mereka tetap mempertahankan tradisi ziarah ke makam Sultan Suriansyah. Sesuai jadwal, prosesi penghormatan kepada raja pertama Kesultanan Banjar itu akan berlangsung pada Kamis, 24 September 2026, pukul 08.00 WITA.

Nantinya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Kota Banjarmasin, kepala SKPD, serta sejumlah unsur lainnya akan mengikuti ziarah tersebut.

Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Banjarmasin, Diyannoor, mengatakan bahwa ziarah makam Sultan Suriansyah merupakan salah satu agenda penting. Kegiatan ini tetap berjalan dalam momentum lima abad perjalanan Kota Banjarmasin.

“Kami membatalkan semua agenda hiburan. Namun, kami tetap melaksanakan ziarah makam Sultan Suriansyah pada 24 September pukul 08.00 WITA,” ujar Diyannoor, Kamis (17/9/2026).

Usai prosesi ziarah, panitia melanjutkan rangkaian Harjad ke-500 dengan Sidang Istimewa Hari Jadi Kota Banjarmasin. Agenda resmi ini akan berlangsung di Gedung DPRD Kota Banjarmasin.

Oleh karena itu, seluruh tamu undangan yang mengikuti ziarah akan langsung menuju Gedung DPRD untuk menghadiri rapat paripurna tersebut.

“Setelah ziarah makam, agenda berlanjut dengan sidang istimewa hari jadi di DPRD. Jadi semua tamu undangan langsung ke kantor DPRD untuk mengikuti sidang istimewa Hari Jadi,” katanya.

Sebelumnya, Pemko Banjarmasin telah mengambil keputusan tegas untuk menghapus agenda hiburan. Pemerintah mempertimbangkan kondisi kebatinan masyarakat yang tengah menghadapi berbagai musibah berat.

Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, mengakui bahwa keputusan tersebut bukan perkara mudah. Sebab, panitia telah mematangkan persiapan menyambut momentum lima abad Banjarmasin dan warga pun sudah menantikan acara tersebut.

Namun, kondisi darurat di lapangan memaksa pemerintah untuk mengevaluasi kembali bentuk perayaan Harjad tahun ini.

“Keputusan ini tidak mudah, tetapi kami mengambilnya dengan hati dan rasa kebersamaan. Lima ratus tahun Kota Banjarmasin adalah perjalanan penuh makna yang ingin kita sambut dengan suka cita,” ujar Yamin.

Selanjutnya, Yamin menyebut bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi sejumlah peristiwa berat. Contohnya adalah bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan yang merusak kualitas udara.

Di Banjarmasin sendiri, masyarakat juga masih diliputi duka mendalam akibat tragedi KM Virgo Transport 8. Hingga kini, sejumlah keluarga masih cemas menanti kabar mengenai keselamatan orang-orang yang mereka cintai.

“Beberapa waktu terakhir negeri ini sedang melewati peristiwa berat. Terbaru adalah tragedi KM Virgo 8 yang mana pihak keluarga masih menunggu kabar keselamatan korban,” ucapnya.

Atas berbagai pertimbangan kemanusiaan tersebut, Pemko Banjarmasin akhirnya resmi mencoret agenda hiburan dari perayaan Harjad ke-500.

Kebijakan ini otomatis mengubah wajah peringatan lima abad Banjarmasin menjadi lebih khidmat. Momentum bersejarah tersebut kini lebih berfokus pada agenda resmi dan penghormatan terhadap sejarah kota lewat ziarah makam.

Pemerintah menyadari keputusan mendadak ini berdampak bagi banyak pihak yang telah mempersiapkan kebutuhan Harjad. Namun, rasa empati dan solidaritas menjadi dasar utama dalam menentukan bentuk peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin tahun ini.

 

 

Pos terkait