22 Titik Karhutla Terpantau di Kabupaten Banjar, Lima Kecamatan Terdampak

Teks Foto: Suasana pemadaman Karhutla yang dilakukan oleh relawan gabungan BPBD serta aparat di titik api yang terjadi di kawasan Kabupaten Banjar.(ist)(kalselpos.com)

BPBD Kabupaten Banjar mencatat 22 titik api karhutla di 5 kecamatan. Petugas gabungan dan relawan BUSER 690 bergerak cepat memadamkan api.

Martapura, Kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, Senin (14/9/2026). Hingga sore hari, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Banjar mencatat sedikitnya 22 laporan titik api di lima kecamatan.

Laporan masuk secara bertahap sejak pagi hari. Pusdalops menerima laporan pertama dari Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, sekitar pukul 09.42 Wita. Sementara itu, laporan terakhir masuk pada pukul 15.37 Wita dari Desa Jingah Habang Ulu, Kecamatan Karang Intan. Wilayah yang menghadapi karhutla meliputi Kecamatan Martapura, Gambut, Sungai Tabuk, Martapura Barat, dan Karang Intan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan petugas bersama relawan langsung bergerak ke lokasi. Tim di lapangan berhasil memadamkan beberapa titik api hingga kondisi kembali aman. Petugas melakukan penanganan dengan mengerahkan berbagai unit pemadam, termasuk kendaraan tangki serta pikap bertandon air.

“Sejumlah titik berhasil ditangani petugas maupun relawan dan dinyatakan aman. Penanganan dilakukan menggunakan unit pemadam, termasuk kendaraan tangki dan unit pikap dengan tandon,” jelas Wasis.

Wasis menambahkan bahwa upaya menghadapi karhutla memerlukan keterlibatan masyarakat luas. Keterlibatan ini sangat penting untuk mencegah kebakaran dan mempercepat penanganan awal. Wasis juga mengapresiasi gerak cepat BUSER 690, TNI-Polri, serta para relawan di lapangan.

“Peran kawan-kawan di BUSER 690, unsur TNI Polri, dan petugas relawan lainnya yang sigap serta gerak cepat, membuat karhutla dapat tertangani dan tidak berdampak luas,” terangnya.

Meski demikian, petugas kerap menghadapi kendala berupa medan yang sulit dan keterbatasan sumber air. Untuk mengatasinya, armada tangki harus memasok air secara berkala ke lokasi kebakaran.

Salah satu penanganan berlangsung di Desa Sungai Landas, Kecamatan Karang Intan. Organisasi kemanusiaan Relawan Aksi Karang Intan Aranio Tanggapp (RAKAT) ikut turun bersama warga untuk mengendalikan api. Anggota RAKAT, Muhammad Azim, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan rekanan setiap memperoleh informasi kebakaran.

“Penanganan karhutla ini, kami bersama rekanan dan warga sekitar melakukan sistem estafet karena jauhnya sumber air dan yang terbakar lahan mendekati pemukiman warga,” ucap Azim.

Proses pemadaman di lokasi tersebut berlangsung lebih dari empat jam. Setelah kobaran api terkendali, petugas dan relawan melanjutkan proses pembasahan guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Kolaborasi cepat ini menjadi kunci utama agar kebakaran lahan tidak meluas ke permukiman warga.

 

 

Pos terkait