Desa Indrasari Harumkan Kabupaten Banjar, Raih Juara II Lomba Desa Pangan Aman Nasional 2026

Teks Foto : Pambakal Desa Indrasari, Ahmad Yani, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar berfoto bersama usai meraih Juara 2 Lomba Desa Pangan Aman Tingkat Nasional Regional Tengah Tahun 2026pada Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa).(ist)(kalselpos.com)

Desa Indrasari Kecamatan Martapura meraih Juara II Lomba Desa Pangan Aman Regional Tengah Tahun 2026 dari BPOM RI di Jakarta.

Martapura, Kalselpos.com – Komitmen membangun budaya pangan aman di tengah masyarakat mengantarkan Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, meraih prestasi di tingkat nasional. Desa tersebut berhasil menyabet Juara II Lomba Desa Pangan Aman Regional Tengah Tahun 2026 yang diinisiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Bacaan Lainnya

 

Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Banjar sekaligus bukti bahwa upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan dapat memberikan hasil positif.

 

Penghargaan diserahkan dalam Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) di Aula Gedung Bhineka Tunggal Ika, BPOM, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia dengan mengusung tema “Innovate Today. Nourish Tomorrow.”

 

Pambakal Desa Indrasari, Ahmad Yani, menerima penghargaan tersebut dengan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banjar, HM Hafizh Anshari.

 

Sekda Banjar, Yudi Andrea, berharap capaian Desa Indrasari dapat menjadi pemicu bagi desa-desa lain untuk semakin aktif membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pangan yang aman, bermutu, dan bergizi.

 

“Prestasi Desa Indrasari ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Banjar untuk terus mengembangkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan aman,” ujarnya.

 

Menurutnya, keamanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat. Kolaborasi seluruh pihak dinilai penting untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat memenuhi aspek keamanan dan kualitas.

 

Sebelum meraih penghargaan tersebut, Desa Indrasari melewati sejumlah tahapan penilaian yang dilakukan tim penilai pusat. Prosesnya mencakup verifikasi dokumen hingga wawancara yang melibatkan kementerian, lembaga, aparatur desa, serta unsur lintas sektor terkait.

 

Program Desa Pangan Aman sendiri merupakan bagian dari upaya BPOM untuk membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga keamanan pangan. Program ini terintegrasi dengan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas dan Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan melalui gerakan Germas Sapa.

 

Keberhasilan Desa Indrasari diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian dalam kompetisi, tetapi juga menjadi dorongan untuk memperkuat penerapan keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dengan keterlibatan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, Kabupaten Banjar diharapkan semakin mampu mendorong tersedianya pangan lokal yang aman dan berkualitas, sekaligus mendukung peningkatan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

Pos terkait