Pemkab HSS menggelar monitoring dan evaluasi di RSUD Daha Sejahtera guna memantapkan kesiapan pelayanan jelang penilaian akreditasi Oktober 2026.
Kandangan, kalselpos.com-Menjelang pelaksanaan akreditasi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daha Sejahtera, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) monitoring dan evaluasi.
Direktur RSUD Daha Sejahtera, Masliani, mengatakan monitoring dan evaluasi salah satu langkah, untuk melihat kesiapan rumah sakit, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dibenahi sebelum pelaksanaan akreditasi.
“Penilaian akreditasi dijadwalkan pada 13 hingga 15 Oktober 2026,” ujarnya.
Saat ini, kata Masliani, kondisi sumber daya manusia (SDM) berjumlah 204 orang karyawan, yang 60 persen merupakan tenaga yang berasal dari luar wilayah Daha, yakni Kandangan, Barabai, dan Rantau.
Ia mengungkapkan, proses klaim BPJS Kesehatan belum dapat terealisasi 100 persen, termasuk adanya persoalan pada klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Di sisi pelayanan medis, kebutuhan terhadap tambahan SDM juga masih menjadi perhatian, terutama untuk tenaga dokter spesialis.
“Ketersediaan tenaga medis kita nilai penting untuk mendukung pelayanan, sekaligus memenuhi kebutuhan rumah sakit dalam menghadapi proses akreditasi,” ujarnya.
Sementara itu, Wabup HSS, Suriani, menekankan pentingnya hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan pelayanan dan persiapan menghadapi akreditasi.
“Saya minta hasil monitor dan evaluasi benar-benar digunakan untuk memperbaiki mutu pelayanan RSUD Daha Sejahtera,” katanya.
Wabup Suriani berharap jajaran RSUD Daha Sejahtera bisa menjadikan hasil monitor dan evaluasi menjadi landasan untuk perbaikan kualitas mutu pelayanan.
Karena, perkembangan RSUD Daha Sejahtera, memiliki peran yang sangat penting dalam melayani kesehatan di wilayah Daha.
“Persiapan akreditasi merupakan pekerjaan bersama seluruh unsur rumah sakit. Tindaklanjuti segera hasil monitoring dan evaluasi untuk menghadapi penilaian akreditasi,” ujar Wabup Suriani.





