Hari Ketiga Evakuasi KM Virgo 8: 22 Korban tiba di Banjarmasin, Tiga Orang jalani penanganan medis

Teks foto :Korban kecelakaan KM Virgo Transport 8.(kalselpos.com)

Pemko Banjarmasin menyiagakan tim medis di Pelabuhan Trisakti untuk menangani 22 korban selamat KM Virgo Transport 8 pada hari ketiga evakuasi.

BANJARMASIN, Kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat penanganan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Oleh karena itu, tim gabungan bergerak cepat menyambut kedatangan 22 korban selamat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Selasa, 15 September 2026 sekitar pukul 10.30 WITA. Proses evakuasi para korban ini sempat menghadapi kendala cuaca akibat gelombang laut yang sangat tinggi.

Awalnya, kru KM Cahaya Bahari Jaya menemukan dan menyelamatkan 22 korban tersebut di tengah laut. Namun, petugas terpaksa menunda pemindahan korban karena kondisi gelombang belum aman untuk transfer langsung. Setelah situasi membaik, petugas memindahkan para korban menggunakan perahu karet RHIB menuju KRI Nala-363, lalu membawanya ke Banjarmasin menggunakan KAL Kumai.

Begitu tiba di darat, tim medis langsung memeriksa kesehatan seluruh korban secara menyeluruh. Hasil pemeriksaan menunjukkan 19 orang dalam kondisi sehat, sedangkan tiga orang membutuhkan penanganan medis lanjutan karena menderita cedera. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengoordinasikan penanganan ini bersama Balai Karantina Kesehatan Pelabuhan Trisakti, PMI, dan pihak rumah sakit rujukan.

Sesuai instruksi Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR, Kepala BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin menegaskan bahwa operasi evakuasi ini sudah berjalan selama tiga hari. Hingga Selasa siang, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 114 orang. Rinciannya terdiri dari 108 orang korban selamat dan enam orang korban meninggal dunia.

Selanjutnya, Pemko Banjarmasin menjamin dukungan penuh di darat bagi setiap korban yang baru tiba. Dinas Kesehatan bahkan menyiagakan tim puskesmas secara berkala di pelabuhan sejak hari pertama. Petugas menurunkan 10 tim medis pada hari pertama, lima tim pada hari kedua, dan tiga tim pada hari ketiga sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Sementara itu, Kepala Bidang YanSDK Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr. Bandriah Bandiyah Ma’rifah, melaporkan data pelayanan medis. Pihaknya mencatat sebanyak 87 korban telah menerima perawatan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 68 orang dalam kondisi stabil, 15 orang menjalani observasi, dua orang dalam keadaan gawat darurat, dan satu orang meninggal dunia.

Saat ini, petugas masih mengidentifikasi satu data korban lainnya. Dinas Kesehatan juga terus mensinkronkan data tersebut dengan Balai Karantina Kesehatan untuk pembaruan menyeluruh. Di samping itu, pemerintah daerah telah bekerja sama mendirikan posko pelayanan kesehatan di area pelabuhan.

Pemko Banjarmasin juga telah membagi rujukan pasien ke beberapa rumah sakit terdekat. Fasilitas tersebut meliputi RSUD Sultan Suriansyah, RS TPT Soeharsono, RS Swakarsa, RSUD Ulin, dan RS Bhayangkara. Khusus untuk RS Bhayangkara, pihak rumah sakit berfokus mendukung penanganan serta pemulihan jenazah korban meninggal dunia.

Di lain sisi, tim SAR gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian korban di laut. Hingga hari ketiga, petugas mencatat sekitar 129 penumpang masih hilang dan diduga terjebak di dalam kapal yang tenggelam. Oleh sebab itu, tim penyelamat tengah merencanakan operasi penyelaman untuk mengevakuasi korban yang tersisa.

Pemko Banjarmasin menegaskan bahwa penanganan korban di darat tetap menjadi prioritas utama. Penjabat daerah terus memperkuat koordinasi lintas instansi agar evakuasi berjalan optimal. Akhirnya, Husni menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh petugas medis, PMI, dan pihak rumah sakit yang sigap membantu di lapangan.

 

 

Pos terkait