Hari Sungai sedunia, Yamin: Saatnya Sungai Banjarmasin dinormalisasi, jangan jadikan tempat sampah 

Teks foto : Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin HR.(kalselpos.com)

Peringati Hari Sungai Sedunia, Wali Kota Banjarmasin Yamin HR memanfaatkan musim kemarau panjang untuk mempercepat pengerukan sedimen dan sampah sungai.

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Peringatan Hari Sungai Sedunia menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Banjarmasin untuk kembali mengingatkan pentingnya menjaga sungai sebagai urat nadi kehidupan kota.

Bacaan Lainnya

 

Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR menilai kondisi kemarau panjang saat ini menjadi kesempatan strategis bagi pemerintah daerah untuk mempercepat normalisasi dan pengerukan sungai, terutama pada titik-titik yang dipenuhi sedimentasi dan sampah.

 

Menurut Yamin, normalisasi sungai tidak hanya dilakukan pada sungai utama, tetapi juga kanal, anak sungai, hingga saluran air yang memiliki peran penting dalam sistem pengendalian genangan di Kota Banjarmasin.

 

“Di saat kondisi kemarau yang sangat panjang ini, menjadi kesempatan emas bagi kita pemerintah daerah untuk melakukan normalisasi atau pengerukan sungai yang ada di Kota Banjarmasin, yang saat ini penuh dengan sedimen dan sampah,” ujar Yamin, Selasa (29/9/26).

 

Ia menegaskan, upaya tersebut terus dilakukan pemerintah melalui jajaran teknis, khususnya bidang sungai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

 

Normalisasi sungai, kata Yamin, diharapkan dapat memperbesar kapasitas aliran sekaligus menjaga fungsi sungai sebagai ruang retensi ketika musim hujan tiba, termasuk saat terjadi kiriman air maupun pasang air laut (rob).

 

“Kita tidak berhenti. Dari awal sampai sekarang, di beberapa titik wilayah, baik kanal, sungai maupun anak sungai, kita terus melakukan normalisasi dan pengerukan,” katanya.

 

Yamin menekankan, kondisi sungai yang terawat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah genangan bertahan terlalu lama di Kota Banjarmasin.

 

“Ini harus kita jaga agar tidak terjadi genangan yang begitu lama di Kota Banjarmasin. Karena itu jajaran pemerintah daerah, khususnya PU bagian sungai, terus bergerak melakukan normalisasi sungai,” tuturnya.

 

Dalam momentum Hari Sungai Sedunia, Yamin juga mengajak masyarakat untuk melihat sungai bukan sekadar saluran air, tetapi bagian penting dari sejarah dan identitas Kota Banjarmasin.

 

Ia mengatakan, perkembangan Banjarmasin tidak dapat dipisahkan dari keberadaan sungai. Dari tepian sungai, kehidupan masyarakat tumbuh dan berkembang dari generasi ke generasi.

 

“Banjarmasin tidak bisa dipisahkan dari sungai. Di sungai ada sejarah kota ini bermula. Di tepian sungai kehidupan tumbuh dari generasi ke generasi,” ujarnya.

 

Yamin mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membiarkan sungai kehilangan fungsinya akibat pencemaran maupun penyempitan ruang sungai.

 

“Sungai-sungai kita sedang menitipkan pesan kepada kita, jangan biarkan ia kehilangan kehidupan. Apa yang kita jaga hari ini bukan hanya untuk kita, tetapi untuk anak dan cucu kita,” katanya.

 

Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat membuang sampah, tidak mempersempit ruang sungai, serta bersama-sama merawat bantaran dan menjaga kelancaran alirannya.

 

“Jangan jadikan sungai sebagai tempat sampah, jangan mempersempit ruangnya, rawat bantaran dan jaga aliran sungainya secara bersama-sama,” tegas Yamin.

 

Menurutnya, menjaga sungai berarti menjaga kehidupan, sejarah, sekaligus masa depan Kota Banjarmasin yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.

 

“Dengan menjaga sungai berarti juga menjaga kehidupan, menjaga sejarah, dan menjaga masa depan Kota Banjarmasin demi anak cucu kita,” pungkasnya.

 

 

Pos terkait