Anak usaha GEMS, PT Borneo Indobara (BIB), meraih fasilitas kredit senilai USD 42 juta dari Bank Mandiri untuk proyek infrastruktur elektrifikasi.
kalselpos.com – Emiten pertambangan batu bara, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), melalui anak usahanya, PT Borneo Indobara (BIB), resmi mengantongi fasilitas kredit pinjaman (term loan) senilai USD 42 juta atau setara Rp745 miliar (kurs Rp17.758 per USD).
Kesepakatan fasilitas pinjaman jangka panjang dengan tenor lima tahun tersebut diteken bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada 16 September 2026.
Manajemen PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengungkapkan bahwa seluruh dana segar ini akan dialokasikan sebagai belanja modal (capital expenditure/capex). Dana tersebut akan mendanai proyek pembangunan infrastruktur elektrifikasi di area operasional tambang Borneo Indobara.
“Fasilitas ini akan mendukung pengembangan proyek elektrifikasi sekaligus menunjang pertumbuhan dan kinerja operasional perseroan maupun anak usaha,” tulis manajemen GEMS dalam keterbukaan informasi.
Suntikan modal kali ini memperpanjang kerja sama strategis antara GEMS dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Sebelumnya pada Juli 2026, emiten grup Sinar Mas ini juga telah memperoleh kucuran dana jumbo senilai total Rp5,5 triliun dari bank pelat merah tersebut.
Pendanaan bernilai triliunan rupiah pada Juli lalu disalurkan kepada dua anak usaha langsung dan tidak langsung perseroan dengan rincian plafon sebagai berikut:
Indo Premier Sekuritas
PT Borneo Indobara (BIB): Mendapat limit pinjaman hingga Rp5 triliun.
PT Barasentosa Lestari (BSL): Memperoleh fasilitas maksimal Rp500 miliar.
Indo Premier Sekuritas
Langkah ekspansif ini diharapkan mampu memperkuat likuiditas, efisiensi operasional lewat digitalisasi tambang, serta menjaga tren pertumbuhan positif kinerja keuangan GEMS ke depan.





