Polisi gerebek kantor pinjaman online di Kota Pontianak

  • Whatsapp
Ilustrasi.(ist/net)(kalselpos.com)

Pontianak, kalselpos.com – Perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal di Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar) digrebek polisi dan mengamankan 14 orang diduga sebagai karyawan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes (Pol) Luthfie Sulistiawan di Pontianak, Sabtu (16/10) membenarkam penggerebekan
tersebut berawal dari laporan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan perusahaan tersebut bernama PT Sumber Rejeki Digital (SRD), beralamat di Jalan Veteran, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan.

“Kami menerima laporan dari masyarakat adanya sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai kantor pinjaman online yang mengancam keselamatan dan telah merugikan banyak masyarakat,” ujarnya.

Saat digerebek tim mendapati para karyawan sedang melakukan pekerjaannya dan ada 14 pegawai PT SRD tersebut.

Dia menambahkan, mereka yang ditangkap itu sebagian besar bertugas menjadi operator sekaligus Desk Collection (Deskcoll).

“Beberapa barang bukti sudah kami amankan, yakni berupa 22 unit laptop, 18 unit handphone, sembilan unit CPU komputer, tujuh sim card, tiga modem dan dokumen-dokumen terkait pinjaman online tersebut,” ungkap Luthfie.

Berdasarkan pemeriksaan, perusahaan pinjaman itu memiliki 14 aplikasi yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga dinyatakan ilegal.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, perputaran uang yang dihasilkan dari praktik pinjaman online
ilegal tersebut mencapai Rp3,25 miliar,” sebutnya.

Luthfie mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjaman online ilegal, karena sudah banyak korban dari masyarakat yang dirugikan.

“Perusahaan yang berdiri sejak Desember 2020 ini memiliki karyawan aktif sebanyak 66 orang dan memiliki nasabah 1.600 orang,” terdngnya.
Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.