Banjarmasin, kalselpos.com –
Kinerja impresif Kalimantan Barat dengan pertumbuhan ekonomi 6,14 persen pada Kuartal I 2026 menjadi referensi penting bagi provinsi lain di Kalimantan, termasuk Kalimantan Selatan. Di saat Kalbar melesat dengan dukungan sektor ekstraktif dan investasi infrastruktur, Kalsel mencatat pertumbuhan stabil sebesar 5,67 persen.

Praktisi Ekonomi, H Rustarmaji SE MAP menyebutkan, terdapat korelasi kuat antara struktur ekonomi kedua daerah, terutama pada sektor pertambangan, perdagangan, dan konsumsi. Namun, perbedaan terletak pada tingkat optimalisasi potensi wilayah dan akselerasi investasi.
“Kalbar mampu memaksimalkan hilirisasi dan proyek strategis seperti Terminal Kijing, sementara Kalsel masih menghadapi keterbatasan ruang fiskal akibat efisiensi anggaran,” jelasnya.
Meski demikian, posisi Kalsel yang berada di atas rata-rata nasional menunjukkan fondasi ekonomi yang cukup kuat. Tantangan ke depan adalah bagaimana mendorong inovasi kebijakan untuk memperluas sumber pertumbuhan baru di luar sektor tradisional.
Rustarmaji menilai, diversifikasi ekonomi menjadi kunci bagi Kalsel untuk meningkatkan kemandirian fiskal. Pengembangan sektor unggulan berbasis potensi lokal, peningkatan investasi, serta kolaborasi antar daerah diyakini mampu mempercepat pertumbuhan.
Dengan komitmen dan kapasitas yang kuat dari para pemangku kepentingan, Kalsel memiliki peluang untuk tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga meningkatkan pertumbuhan secara signifikan dan bersaing dengan provinsi lain di Kalimantan.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





