BANJARMASIN, Kalselpos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai membayangi Kota Banjarmasin seiring meningkatnya titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Meski beberapa daerah telah menetapkan status siaga darurat, Pemerintah Kota Banjarmasin masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah provinsi terkait langkah kesiapsiagaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Tambrin, mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla mulai 6 Juli hingga 31 Oktober 2026. Kebijakan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kalsel.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Provinsi akan mendirikan sejumlah posko siaga darurat karhutla, salah satunya berada di Kelurahan Basirih Selatan, Kota Banjarmasin.
“Posko itu dipilih di Basirih Selatan karena kawasan tersebut memiliki potensi lahan terbakar yang cukup besar dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar. Lokasinya direncanakan berada di sekitar depan Rumah Singgah agar respons penanganan lebih cepat,” ujar Husni, Senin (13/7/26).
Ia menjelaskan, posko tersebut nantinya akan melibatkan personel gabungan dari BPBD Provinsi Kalsel, BPBD Kota Banjarmasin, relawan kebencanaan, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas yang dikoordinasikan oleh BPBD Provinsi.
Menurut Husni, rencana pendirian posko tersebut telah dilaporkan kepada Wali Kota Banjarmasin dan mendapat persetujuan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Namun demikian, aktivasi posko masih menunggu hasil rapat lanjutan setelah Kepala BPBD Provinsi kembali dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Saat ini, BPBD Provinsi sedang mengajukan bantuan water bombing menggunakan helikopter untuk mengantisipasi kebakaran di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Setelah penetapan dan rapat selesai, baru posko akan diaktifkan. Untuk waktu operasionalnya masih menunggu keputusan lebih lanjut,” katanya.
Husni juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih panas tahun ini.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang banyak ditumbuhi rumput kering.
“Kejadian tahun 2023 menjadi pelajaran. Saat itu terdapat 41 titik kebakaran yang sebagian besar dipicu kelalaian, seperti membakar sampah lalu ditinggalkan hingga api menjalar ke rerumputan kering. Hal-hal seperti itu harus kita hindari agar tidak kembali terjadi, apalagi dampaknya bisa memunculkan kabut asap,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





