Dinas PUPR Banjarbaru membangun fasilitas sumur bor Rp392,5 juta di Landasan Ulin Selatan guna memperkuat pasokan air pemadaman Karhutla lahan gambut.
Banjarbaru,Kalselpos.com – Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni membangun fasilitas sumur bor di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.
Pembangunan fasilitas tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru sebagai tindak lanjut bantuan Presiden Republik Indonesia untuk mendukung penanggulangan bencana Karhutla.
Proyek pembangunan sumur bor ini didanai melalui anggaran bantuan Presiden dengan nilai mencapai Rp392,5 juta. Keberadaannya diharapkan menjadi sumber pasokan air yang dapat dimanfaatkan petugas pemadam kebakaran maupun relawan ketika melakukan penanganan kebakaran lahan.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Renny Yudiarni. Jum’at (06/11/2026) mengatakan bahwa ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pemadaman Karhutla. Terlebih, kawasan Landasan Ulin Selatan memiliki karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus ketika terjadi kebakaran.
Menurutnya, pembangunan sumur bor ini merupakan langkah strategis untuk memastikan petugas di lapangan memiliki akses terhadap sumber air yang memadai, sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Ia menjelaskan, keberadaan fasilitas tersebut juga menjadi bentuk nyata pemanfaatan bantuan pemerintah pusat dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kota Banjarbaru.
“Dengan tersedianya sumber air yang lebih dekat dan stabil, petugas diharapkan tidak lagi mengalami kendala berarti dalam memperoleh pasokan air saat menghadapi kebakaran di kawasan rawan Karhutla,” ujarnya.
Pemerintah Kota Banjarbaru berharap pembangunan infrastruktur pendukung ini dapat meningkatkan efektivitas koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh instansi terkait. Dengan demikian, potensi meluasnya kebakaran serta dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi bencana dan melindungi wilayah serta masyarakat Banjarbaru dari ancaman Karhutla,” pungkasnya.





