Anggota DPRD Palangka Raya Hatir Sata Tarigan mendesak Pemko menyiapkan langkah konkret membantu petani Rakumpit yang terancam gagal panen akibat kabut asap karhutla.
PALANGKA RAYA, kalselpos.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memicu kabut asap tebal di Kota Palangka Raya kian meluas dampaknya. Tidak hanya mengganggu kesehatan, kabut asap kini mengancam mata pencaharian petani di Kecamatan Rakumpit yang dibayangi gagal panen.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, mengungkapkan kabut asap pekat menghalangi sinar matahari yang dibutuhkan tanaman, sehingga pertumbuhannya terganggu signifikan.
“Tanaman petani tidak memperoleh sinar matahari secara optimal, sehingga memengaruhi pertumbuhan. Ini aspirasi langsung dari warga Rakumpit yang khawatir potensi gagal panen,” kata Hatir, Jumat (24/10).
Ia menegaskan persoalan ini bukan sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman langsung terhadap keberlanjutan ekonomi warga. Mayoritas masyarakat Rakumpit menggantungkan hidup dari bertani.
Karena itu, ia mendesak Pemerintah Kota Palangka Raya tidak hanya fokus pada pemadaman api dan penanganan asap, tetapi juga menyiapkan langkah konkret untuk membantu petani terdampak.
“Penanganan sektor pertanian harus menjadi bagian dari mitigasi Karhutla. Jangan sampai petani menanggung sendiri kerugian akibat bencana ini,” pungkasnya.





