Direktur Operasional Bank Kalsel Iwan sebut status bank devisa dorong optimalisasi ekspor batu bara, sawit, dan karet Kalsel dalam media gathering di Surabaya.
Surabaya, kalselpos.com –
Status bank devisa dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran Bank Kalsel sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Hal itu disampaikan oleh Direktur Operasional Bank Kalsel, Iwan, dalam acara Media Gathering bersama puluhan awak media di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (1/10/2026).
Menurut Iwan, sejak resmi bertransformasi menjadi bank devisa pada 22 Juni 2024 lalu, Bank Kalsel kini dapat melayani transaksi valuta asing (valas) secara resmi.
Layanan ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi perdagangan dan ekspor komoditas unggulan Kalimantan Selatan, seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet.
“Kami ingin semakin banyak aktivitas ekonomi Banua yang dilayani oleh bank milik kita sendiri,” ucap Iwan.
Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh jajaran pejabat utama Bank Kalsel ini, Iwan turut memberikan apresiasi atas kehadiran para awak media.
Bagi Bank Kalsel, media bukan sekadar saluran publikasi, melainkan mitra strategis dalam memperluas jangkauan informasi, membangun edukasi, serta menjaga kredibilitas dan kepercayaan masyarakat.
“Perbankan merupakan bisnis kepercayaan, sehingga kepercayaan publik perlu dibangun dan dijaga bersama. Bagi Bank Kalsel, media adalah mitra strategis untuk mencapai hal tersebut,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bank Kalsel berharap hubungan silaturahmi, komunikasi, dan kolaborasi dengan insan pers dapat terus dipererat. Dengan begitu, perkembangan kinerja, kontribusi daerah, hingga inovasi layanan Bank Kalsel dapat tersampaikan secara tepat kepada masyarakat.





