Bank Kalsel Salurkan CSR Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah di Banjarmasin

Teks foto : Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin (ketiga dari kiri) didampingi Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR (kedua dari kiri) saat menyerahkan bantuan CSR ketahanan pangan dan pengelolaan sampah organik di PDU Bank Sampah "Bahe'mart", Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara. (Foto: Ist)(kalselpos.com)

Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin dan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyerahkan bantuan CSR pengolahan sampah organik di Sungai Andai.

Banjarmasin, kalselpos.com – Bank Kalsel menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Program Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah Organik kepada Pusat Daur Ulang Skala RT, Bank Sampah “Bahe’mart”, di Komplek Herlina Perkasa, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Rabu (30/9/2026).

Bacaan Lainnya

 

Penyerahan bantuan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pengurus Bank Sampah Bahe’mart, Istiqomah dan Ardiansyah, beserta warga setempat. Program terpadu ini diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi sirkular bagi masyarakat sekitar.

 

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi pengurus Bank Sampah ‘Bahe’mart’ yang konsisten sejak tahun 2019 mengelola sampah rumah tangga. Melalui bantuan budidaya ikan lele yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik ini, kami ingin memastikan bahwa program CSR Bank Kalsel tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan warga secara mandiri,” ujar Dirut Bank Kalsel, Fachrudin.

 

Bantuan kali ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program sebelumnya. Sebagai catatan, Bank Kalsel sebelumnya telah menyalurkan 20 unit tempat sampah sedekah botol plastik di 13 titik strategis Kota Banjarmasin.

 

Hanya dalam waktu 7 bulan, program tersebut berhasil mengumpulkan 2.380 kilogram sampah botol plastik. Hasil penjualan botol tersebut kemudian dimanfaatkan untuk pembuatan komposter pengurai sampah organik.

 

Langkah konkret ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Banjarmasin karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

 

“Bagi Pemerintah Kota Banjarmasin, program seperti ini sangat berarti. Komposter sampah memberikan solusi untuk mengurangi sampah dari sumbernya, sementara budidaya ikan lele dapat menjadi kegiatan produktif yang membawa manfaat ekonomi,” kata Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.

 

Yamin menegaskan bahwa peresmian ini bukanlah akhir dari program. “Yang paling penting adalah bagaimana fasilitas ini dapat dimanfaatkan, dijaga, dan dikelola dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat,” tambahnya.

 

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan penggerak lingkungan ini menjadi bukti nyata bahwa persoalan perkotaan dapat diselesaikan secara bersama-sama. Melalui program CSR ini, Bank Kalsel kembali membuktikan peran aktifnya sebagai mitra pembangunan daerah yang berfokus pada kesejahteraan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta kemandirian ekonomi.

 

 

 

Pos terkait