PWI Kalsel menggelar UKW Angkatan XXIII secara gratis dengan dukungan Pemprov Kalsel dan Bank Indonesia, mencetak lebih dari 500 wartawan tersertifikasi.
Banjarmasin,kalselpos.com–
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong peningkatan profesionalisme dan kompetensi insan pers. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kualitas informasi publik serta mendukung pembangunan daerah.
Oleh karena itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Dinansyah, menyampaikan pesan penting dari Gubernur Kalsel H. Muhidin. Beliau menghadiri pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXIII di Banjarmasin pada hari Kamis tanggal 1 Oktober 2026. Panitia mengusung tema tentang wartawan kompeten untuk menyukseskan Banua yang sejahtera.
Selanjutnya, agenda penting besutan PWI Kalsel ini melibatkan sebanyak 30 peserta dari berbagai media massa. Ajang peningkatan kapasitas profesi ini juga mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Dinansyah menegaskan bahwa pers memegang peran sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui produk berita, warga bisa memperoleh pasokan informasi mengenai kebijakan pemerintah dan perkembangan ekonomi lokal. Sektor pendidikan, kesehatan, hingga penanganan problem sosial kemasyarakatan juga bertumpu pada peran jurnalis.
Dengan demikian, kualitas informasi dari tangan wartawan menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak bagi publik. Jurnalis tidak hanya memikul tuntutan untuk menyampaikan berita secara cepat di media digital. Namun demikian, mereka juga wajib memastikan kebenaran data agar produk berita tersebut berimbang dan bertanggung jawab.
Pasalnya, tantangan dunia jurnalistik masa kini semakin besar seiring masifnya penyebaran berita bohong. Informasi baru dapat tersebar luas ke gawai pembaca dalam hitungan menit bahkan detik. Sementara itu, masyarakat sering menghadapi paparan beragam informasi yang belum tentu memiliki kebenaran dasar yang valid.
Oleh sebab itu, kompetensi, ketelitian, etika, serta kemampuan verifikasi menjadi modal utama bagi wartawan. Sifat profesional ini sangat berguna untuk menjaga kepercayaan publik terhadap marwah dunia pers tanah air. Wartawan yang kompeten wajib memahami kode etik dan memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
Tidak hanya itu, Pemprov Kalsel juga memandang keberadaan pers sebagai mitra strategis dalam mengawal roda pemerintahan. Pemberitaan yang objektif beserta suntikan kritik sehat dari media bertindak sebagai instrumen evaluasi program kerja. Otoritas provinsi membutuhkan masukan dari para jurnalis agar pembangunan daerah berjalan sesuai koridor hukum.
Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Selatan Zainal Helmie membeberkan catatan keberhasilan lembaganya dari waktu ke waktu. Hingga angkatan ke-23 ini, PWI Kalsel telah mensertifikasi lebih dari 500 wartawan resmi melalui Dewan Pers. Fakta ini membuktikan bahwa minat para pemburu berita untuk meningkatkan kompetensi tergolong sangat tinggi.
Bahkan, Helmie memastikan bahwa program edukasi profesi ini akan terus berlanjut secara berkala. PWI Kalsel merencanakan pelaksanaan UKW berikutnya pada akhir Oktober dan November 2026 mendatang. Menariknya, panitia selalu membebaskan biaya pendaftaran alias gratis bagi seluruh peserta berkat dukungan para mitra.
Di sisi lain, perwakilan Bank Indonesia Mualam Noor menaruh harapan besar pada dampak jangka panjang kegiatan ini. Pihaknya berharap kelulusan ujian ini mampu merefleksikan kualitas karya jurnalistik di media massa. Jurnalis berkompeten akan membantu Bank Indonesia dalam mengedukasi literasi keuangan dan kebijakan ekonomi kepada masyarakat luas.
Sebagai catatan penutup, Bank Indonesia juga menyiapkan kompetisi karya jurnalistik tingkat regional Kalimantan pasca agenda ini. Akhirnya, sinergi kokoh ini sukses membangun ekosistem informasi Banua yang profesional, berimbang, dan tepercaya.





