TP PKK Tapin Sinkronkan Program Pemberdayaan Keluarga dengan Pembangunan Daerah

Teks foto  Tim Penggerak PKK menggelar rapat koordinasi bersama OPD terkait Pemkab Tapin untuk mensingkronkan program kerja PKK dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin.(ist)(kalselpos.com)

Ketua TP PKK Tapin Hj. Faridah Yamani memimpin Rapat Konsultasi 2026 untuk memperkuat sinergi program pemberdayaan keluarga bersama OPD.

Rantau, kalselpos.com –

Bacaan Lainnya

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tapin memperkuat sinergi dengan organisasi perangkat daerah. Langkah ini bertujuan untuk memastikan program pemberdayaan keluarga sejalan dengan prioritas pembangunan daerah.

 

Oleh karena itu, para pengurus membahas upaya strategis tersebut dalam Rapat Konsultasi TP PKK Kabupaten Tapin 2026. Agenda penting ini berlangsung di Pendopo Galuh Bastari, Siring Rantau Baru, Kabupaten Tapin baru-baru tadi.

 

Dalam forum tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Tapin Hj Faridah Yamani memberikan arahan penting. Menurutnya, pengurus wajib menyusun program PKK berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Pasalnya, gerakan ini tidak boleh berjalan terpisah dari kebijakan strategis pemerintah daerah.

 

Lebih lanjut, Faridah menegaskan pentingnya keterkaitan program dengan arah pembangunan wilayah. Dengan demikian, koordinasi erat dengan OPD dan seluruh unsur terkait harus terus berjalan dengan kuat.

 

Selain itu, keterlibatan pemerintah daerah beserta TP PKK tingkat kecamatan hingga desa menjadi kunci utama. Sinergi ini memastikan program pemberdayaan keluarga dapat berjalan secara tepat sasaran di lapangan. Sebab, kader PKK memegang peran strategis melalui interaksi langsung dengan keluarga dan masyarakat.

 

Menurut beliau, persoalan keluarga saat ini mencakup dimensi yang sangat luas. Masalah tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan ekonomi semata. Namun demikian, hal itu juga menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, pola asuh anak, hingga kualitas lingkungan.

 

Oleh sebab itu, PKK harus selalu hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Kader tidak boleh sekadar menjalankan kegiatan seremonial saja. Sebaliknya, mereka wajib bertindak sebagai penggerak utama agar keluarga semakin mandiri, sehat, dan sejahtera.

 

Selanjutnya, panitia memanfaatkan rapat konsultasi ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja terdahulu. Forum ini juga menjadi wadah menyusun penguatan kegiatan pada periode berikutnya. Perwakilan kelompok kerja TP PKK bersama OPD mitra mendiskusikan program sesuai bidang masing-masing.

 

Faridah berharap hasil rapat tidak berhenti pada tahap pembahasan di atas kertas saja. Pihaknya meminta pengurus menerjemahkan hasil diskusi menjadi kegiatan yang terukur dan berkelanjutan. Sinergi dengan OPD diharapkan mampu memperkuat kontribusi nyata PKK bagi kemajuan Tapin.

 

Sebagai catatan penutup, kegiatan edukatif ini menghadirkan M. Ridhoriyani Fakhrin dan Dr H Meidy Harris Prayoga sebagai narasumber. Materi dari para ahli tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas jajaran TP PKK dalam mengelola program pemberdayaan.

Pos terkait