Ketersediaan air Bersih di tengah Kemarau ekstrem dan Ancaman intrusi Air laut

Teks Foto []istimewa ILUSTRASI - Pembagian air bersih kepada warga di Kalsel menyusul kemarau ekstrem dan ancaman intrusi air laut.(kalselpos.com)

Anggota DPRD Kalsel Firman Yusi mengusulkan penggunaan teknologi Arsinum SWRO untuk mengolah air asin menjadi air siap minum.

Banjarmasin, kalselpos.com

Bacaan Lainnya

– Anggota Komisi II DPRD Kalsel dari Fraksi PKS, Firman Yusi SP, menaruh perhatian besar terhadap persoalan air bersih di Kalimantan Selatan. Masalah ini muncul akibat kemarau ekstrem dan ancaman intrusi air laut di wilayah tersebut.

Oleh karena itu, Firman mendorong Pemerintah Provinsi Kalsel untuk segera bertindak. Ia meminta pemerintah daerah mulai mengkaji pemanfaatan teknologi Air Siap Minum (Arsinum) berbasis Sea Water Reverse Osmosis (SWRO). Menurutnya, teknologi ini dapat menjadi alternatif solusi jangka menengah dan panjang.

Sebenarnya, kondisi kemarau saat ini menyebabkan kesulitan air bersih di sejumlah wilayah. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memerlukan strategi ketahanan air yang baru. Jadi, instansi terkait tidak boleh hanya mengandalkan distribusi bantuan menggunakan mobil tangki.

Firman menegaskan bahwa masyarakat memerlukan solusi yang lebih permanen. Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa teknologi Arsinum SWRO mampu mengolah air dengan salinitas tinggi menjadi air layak konsumsi. Bahkan, alat tersebut bisa mengubah air laut menjadi sumber air bersih untuk warga.

Maka dari itu, ia mengusulkan agar Pemprov Kalsel segera melakukan proyek percontohan. Pemerintah dapat menerapkan pilot project Arsinum SWRO ini di wilayah prioritas. Secara khusus, kawasan pesisir dan daerah rawan intrusi air laut harus menjadi target utama.

Selain itu, Firman juga mendorong kolaborasi lintas sektor yang kuat. Pemprov Kalsel perlu bekerja sama dengan BRIN, PTAM atau PDAM, serta pemerintah kabupaten dan kota. Tidak lupa, keterlibatan perguruan tinggi juga penting untuk mengkaji penerapan teknologi ini secara tepat.

Tentu saja, petugas tetap harus melakukan penyaluran air manual sebagai langkah darurat. Namun, pemerintah daerah juga wajib mulai membangun solusi jangka menengah dan panjang dari sekarang.

Pada akhirnya, Firman berharap ketahanan air menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan Kalsel. Dengan demikian, masyarakat memiliki akses sumber air yang lebih berkelanjutan untuk masa depan.

 

 

Pos terkait