Desa Cempaka Jadi Wakil Tapin dalam Penilaian PHBS Tingkat Kalsel

Teks foto Bupati Tapin H Yamani dan Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani sambut Tim Penilai Lomba Dasawisma Ber PHBS di Desa Cempaka Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin.(ist)(kalselpos.com)

Desa Cempaka mewakili Kabupaten Tapin pada penilaian Desa Ber-PHBS tingkat Provinsi Kalsel yang dihadiri langsung oleh Bupati H Yamani.

Rantau, kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Desa Cempaka, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin resmi menjadi wakil daerah dalam penilaian Desa/Kelurahan Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada Kamis (10/9/2026).

Ketua Tim Penilai Lomba Dasawisma Ber-PHBS Provinsi Kalsel, Siti Wasilah, memimpin langsung tim juri untuk melihat penerapan pola hidup sehat di tengah masyarakat. Proses penilaian ini mencakup pemeriksaan kondisi lingkungan serta berbagai kegiatan pendukung warga.

Bupati Tapin H Yamani, Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani, dan Ketua GOW Tapin Hj Elya Hartati Juanda menyambut langsung kedatangan tim penilai tersebut. Mereka didampingi oleh seluruh jajaran Pemerintah Desa Cempaka.

Bupati Tapin, H Yamani, menegaskan bahwa penilaian PHBS tidak boleh berhenti pada pencapaian lomba semata. Sebaliknya, kegiatan ini harus menjadi momentum penting untuk memperkuat kebiasaan hidup bersih di lingkungan keluarga.

“PHBS bukan sekadar lomba. Agenda ini merupakan upaya membangun kesadaran masyarakat untuk hidup bersih, sehat, dan berkualitas,” ujar Yamani.

Menurutnya, penilaian tingkat provinsi ini berfungsi sebagai sarana evaluasi kerja. Pemerintah daerah bisa melihat sejauh mana warga menerapkan kebiasaan sehat sekaligus memperbaiki aspek yang masih kurang.

Oleh karena itu, Yamani mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa, kader PHBS, TP PKK, Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat setempat. Mereka semua telah bekerja keras membantu tenaga kesehatan dalam membangun lingkungan yang sehat.

Ia menilai keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama yang solid dari semua pihak. Masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan program kerja pemerintah saja.

“Keluarga menjadi tempat pertama pembentukan kebiasaan hidup bersih. Karena itu, budaya PHBS harus tumbuh dari rumah lalu diperkuat oleh lingkungan sekitar,” katanya.

Selanjutnya, Yamani mengingatkan warga agar tidak mengendurkan penerapan PHBS setelah penilaian selesai. Kegiatan kebersihan lingkungan dan gotong royong harus tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua TP PKK Tapin, Hj Faridah Yamani, menilai partisipasi aktif warga menjadi kekuatan utama Desa Cempaka. Menurutnya, berbagai inovasi lokal menunjukkan bahwa PHBS juga berkaitan erat dengan pola pengelolaan keluarga.

“Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Terutama, ibu-ibu yang menjadi ujung tombak di dalam rumah tangga,” ujar Faridah.

Selain kondisi kebersihan fisik, tim juri juga menilai sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Fasilitas tersebut meliputi pemanfaatan taman pangan, pengelolaan dapur sehat, serta penataan lingkungan rumah warga.

Faridah berharap Desa Cempaka tidak hanya fokus mengejar gelar juara tingkat provinsi saja. Lebih dari itu, desa ini harus mampu mempertahankan praktik baik tersebut sebagai contoh nyata.

“Kami ingin desa ini bukan sekadar unggul di mata juri. Sebaliknya, Desa Cempaka harus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tapin,” katanya.

Akhirnya, ia berharap penerapan PHBS di Desa Cempaka bisa terus berjalan secara konsisten. Langkah ini penting demi memberikan manfaat langsung terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

 

 

Pos terkait