Bank Kalsel memaksimalkan status bank devisa untuk memfasilitasi transaksi valuta asing dan mendukung sektor ekspor komoditas unggulan Kalsel.
Banjarmasin, kalselpos.com –
Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk memperkuat perekonomian Kalimantan Selatan melalui optimalisasi layanan bank devisa. Langkah strategis ini kini menjadi salah satu pilar utama dalam mengembangkan sektor perdagangan dan ekspor di daerah tersebut. Direktur Operasional Bank Kalsel, Iwan, menyampaikan komitmen ini dalam acara Media Gathering di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 3 September 2026.
Iwan menjelaskan bahwa transformasi Bank Kalsel menjadi bank devisa merupakan strategi besar agar bank milik daerah sendiri dapat memfasilitasi langsung seluruh aktivitas ekonomi masyarakat Banua. Sebagai informasi, Bank Kalsel resmi menyandang status bank devisa sejak 22 Juni 2026. Lewat status baru tersebut, Bank Kalsel memiliki kewenangan penuh untuk melayani transaksi valuta asing (valas) bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
Kehadiran layanan devisa ini bertujuan menyokong kebutuhan para eksportir Kalimantan Selatan, terutama untuk komoditas unggulan seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet. Selain meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara bagi pelaku usaha, layanan ini juga dapat mendongkrak daya saing ekonomi daerah secara global. Di hadapan awak media, Iwan juga menekankan bahwa industri perbankan sangat bergantung pada kepercayaan publik sehingga komunikasi yang terbuka dan akurat mutlak mereka perlukan.
Oleh karena itu, pers berperan penting sebagai mitra strategis untuk mengedukasi masyarakat mengenai inovasi, layanan, dan kontribusi nyata Bank Kalsel dalam pembangunan daerah. Melalui Media Gathering ini, Bank Kalsel berharap kolaborasi dengan insan pers dapat berjalan lebih erat. Dengan begitu, masyarakat Kalimantan Selatan dapat menerima informasi mengenai kinerja, transformasi, dan layanan perbankan secara luas, tepat, serta bermanfaat.





