Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menggelar sidak ke sejumlah puskesmas 24 jam untuk memastikan kesiapan petugas dan ketersediaan layanan oksigen.
Palangka Raya, kalselpos.com –
Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya memastikan layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal, terutama pada fasilitas kesehatan yang beroperasi 24 jam.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan kepastian ini usai menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) pada Selasa (25/8/2026) malam.
Dalam sidak tersebut, Fairid meninjau langsung kesiapan petugas medis guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Ia mengunjungi tiga fasilitas kesehatan meliputi Puskesmas Menteng, Puskesmas Kereng Bangkirai, dan Puskesmas Pahandut.
Fairid menjelaskan bahwa sidak ini bertujuan untuk memastikan petugas piket malam benar-benar berada di tempat.
Selain itu, ia juga ingin mendengar langsung berbagai kendala petugas di lapangan.
“Kami ingin memastikan pelayanan publik, khususnya layanan kesehatan 24 jam, berjalan dengan baik. Petugas harus siaga di tempat. Kami juga menanyakan kendala atau keluhan mereka selama melayani masyarakat,” ujar Fairid.
Menurut Fairid, Pemkot Palangka Raya memperkuat layanan kesehatan sebagai langkah krusial untuk memitigasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini menjadi solusi penting untuk mengatasi gangguan kesehatan akibat kabut asap.
Saat ini, sebanyak 11 puskesmas di Kota Palangka Raya telah menyiagakan layanan oksigen bagi warga terdampak.
Sementara itu, pihak dinas menyediakan layanan puskesmas 24 jam di empat titik, yaitu Puskesmas Pahandut, Puskesmas Menteng, Puskesmas Kereng Bangkirai, dan Puskesmas Tangkiling.
Meski pelayanan berjalan lancar, Fairid mencatat beberapa poin evaluasi.
Di Puskesmas Kereng Bangkirai, misalnya, ia menyoroti pentingnya keterbukaan dan kejelasan informasi layanan agar masyarakat lebih mudah mengaksesnya.
Pemerintah juga perlu meningkatkan fasilitas pendukung di puskesmas tersebut demi kenyamanan pasien.
“Khusus di Puskesmas Kereng Bangkirai, pihak pengelola harus meningkatkan beberapa hal. Salah satunya, mereka perlu menyediakan informasi yang lebih jelas dan mudah diakses masyarakat, termasuk membenahi fasilitas pendukung,” tegasnya.
Di sisi lain, Fairid menambahkan bahwa Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap menjadi garda terdepan dalam pemeriksaan pasien.
Melalui penanganan di IGD, petugas medis akan langsung memberikan tindakan darurat yang sesuai sebelum menentukan penanganan lebih lanjut.
Sistem ini menjamin masyarakat tetap mendapatkan akses kesehatan meski di luar jam kerja reguler.





