Dispersip Banjar Dorong Budaya Literasi Lewat “Seibu Pertiwi”

Teks Foto: Seorang warga memilih dan melihat-lihat koleksi buku pada layanan perpustakaan keliling saat kegiatan literasi di Kabupaten Banjar.(ist)(kalselpos.com)

Dispersip Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Seibu Pertiwi untuk memperkuat budaya membaca dan literasi dalam rangka Harjad ke-76 dan HUT ke-81 RI.

Martapura, Kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan bertajuk “Seibu Pertiwi” pada Selasa, delapan belas Agustus dua ribu dua puluh enam.

Mereka melaksanakan acara tersebut di Aula Dispersip Banjar untuk memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap literasi.

Kegiatan ini sekaligus memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pihak penyelenggara menyiapkan beragam aktivitas edukatif dengan melibatkan pelajar, pemustaka, hingga santri Pondok Pesantren Darussalam.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Banjar, Rakhmat Dhany, sangat mengapresiasi konsep kegiatan yang menyasar kalangan pelajar tersebut.

Menurutnya, masa sekolah merupakan periode emas untuk membangun wawasan, pengetahuan, dan kemampuan berpikir anak.

Rakhmat Dhany menilai langkah Dispersip merangkul anak sekolah sudah sangat tepat.

Dalam acara tersebut, ia juga menghadiri penyerahan hadiah lomba resensi buku yang sejalan dengan upaya peningkatan minat baca masyarakat.

Menurutnya, lomba resensi buku memberikan manfaat besar karena memaksa peserta memahami isi bacaan terlebih dahulu.

Melalui kompetisi ini, para siswa secara tidak langsung terdorong untuk menuntaskan bacaan mereka sebelum menulis ulasan.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kabupaten Banjar, Hj Kencana Wati, sengaja merancang acara ini agar berbeda dari perayaan internal biasa.

Pihaknya ingin memanfaatkan momentum bersejarah ini sebagai ruang bersama bagi masyarakat untuk mengenal perpustakaan daerah.

Kencana Wati ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat, anak-anak, dan pemustaka merayakan hari jadi daerah bersama-sama.

Melalui cara ini, Dispersip ingin membuktikan bahwa literasi merupakan milik semua kalangan di Kabupaten Banjar.

Panitia mengemas acara “Seibu Pertiwi” dengan berbagai kegiatan menarik seperti kuis edukatif dan kelas literasi digital.

Selain itu, mereka juga mengadakan workshop kerajinan bunga bertajuk Jemari Kreasi serta agenda bedah buku pada sore hari.

Pada akhir acara, panitia membagikan penghargaan kepada para pemenang lomba resensi buku tingkat SMP dan SMA sederajat.

Dispersip juga memberikan apresiasi khusus kepada sepuluh pemustaka dengan catatan kunjungan dan peminjaman buku terbanyak tahun ini.

Melalui terobosan tersebut, Dispersip Banjar berharap keberadaan perpustakaan kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Mereka ingin mengubah citra perpustakaan agar tidak sekadar menjadi tempat meminjam buku, melainkan wadah berkreasi yang inklusif.

Langkah nyata ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.

Pada akhirnya, gerakan ini akan memperkuat kesadaran literasi masyarakat Kabupaten Banjar secara luas dan berkelanjutan.

 

 

Pos terkait