Pemkab Tapin gelar Doa Tolak Bala Bersama untuk Dijauhkan dari Segala Bala Bencana Penyakit dan Marabahaya

Teks foto Wakil Bupati Tapin H Juanda bersama para alim ulama dan habib dan jemaah masjid Raya Nurul Falah Dulang berdoa dan Tolak Bala agar Banua aman dan damai.(ist)(kalselpos.com)

Pemkab Tapin menggelar Doa Tolak Bala bersama habib dan ulama di Masjid Nurul Falah sebagai ikhtiar memohon keselamatan dan keberkahan.

Rantau, kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Tapin bersama para habib, ulama, dan umara menggelar doa tolak bala sebagai ikhtiar spiritual bersama. Tepatnya, aksi religi ini bertujuan memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Tapin serta bangsa Indonesia. Dalam hal ini, jajaran panitia memusatkan jalannya kegiatan suci tersebut di Masjid Nurul Falah, Desa Dulang, pada Selasa (11/8/2026).

Selanjutnya, Tuan Guru Muda KH Ahmad Barmawi atau Guru Kulur memimpin langsung pembacaan lantunan doa keselamatan tersebut. Di samping itu, Wakil Bupati Tapin H. Juanda, jajaran pemerintah daerah, beserta unsur Forkopimda turut menghadiri acara ini. Oleh karena itu, kehadiran para tokoh penting ini berbaur harmonis dengan ratusan masyarakat umum dan kaum pelajar setempat.

Tentunya, Wakil Bupati H. Juanda mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk fokus memanjatkan permohonan kepada Sang Pencipta. Apalagi, beliau ingin wilayah Kabupaten Tapin dan Indonesia secara luas senantiasa terbebas dari ancaman bencana alam. Oleh sebab itu, momentum zikir bersama ini menjadi media untuk menjauhkan negeri dari sebaran penyakit, bahaya perpecahan, dan marabahaya. Menurutnya, ketenangan batin masyarakat akan melahirkan energi positif dalam mendukung roda pembangunan daerah.

Khususnya mengenai esensi ibadah, Juanda berharap doa massal ini menjadi wasilah turunnya keamanan, kedamaian, dan kemakmuran bagi warga. Padahal, tantangan sosial dan ekonomi masyarakat ke depan tergolong semakin kompleks menjelang pergantian tahun anggaran. Maka dari itu, beliau menegaskan bahwa ikhtiar batiniah wajib berjalan selaras dengan kerja keras fisik dalam memajukan daerah. Sementara itu, seluruh elemen masyarakat juga harus konsisten memperkuat tali persatuan dan merawat kerukunan antarumat beragama.

Terkait hal tersebut, wabup mengaitkan kegiatan ini dengan sejarah perjuangan bangsa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI. Sebab, nikmat kebebasan yang dirasakan generasi saat ini merupakan buah dari tetesan darah dan pengorbanan para pahlawan. Dengan kata lain, masyarakat masa kini mengemban tanggung jawab besar untuk mengisi kemerdekaan lewat karya nyata yang produktif. Bahkan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan kesejahteraan sosial yang merata hingga ke pelosok desa terpencil.

Pada dasarnya, agenda doa tolak bala ini terbukti efektif dalam mempererat kemitraan strategis antara umara, ulama, dan warga. Alhasil, sinergi tiga pilar utama ini menjadi fondasi kokoh untuk menjaga kondusivitas stabilitas keamanan wilayah Tapin. Namun, kedisiplinan beribadah dan menjaga lingkungan hidup juga harus tetap melekat dalam keseharian masyarakat pasca-acara selesai. Kemudian, seluruh rangkaian majelis taklim resmi berakhir khidmat seiring berkumandangnya doa penutup dari para ulama sepuh.

 

 

Pos terkait