Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR memberikan pembekalan kepada 34 calon Paskibraka Kota Banjarmasin Tahun 2026 jelang HUT ke-81 RI.
BANJARMASIN, Kalselpos.com –
⁴melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memberikan pembekalan intensif kepada 34 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Banjarmasin Tahun 2026. Tepatnya, agenda ini menjadi bagian dari persiapan matang sekaligus penguatan mental dan disiplin para anggota. Dalam hal ini, pembekalan bertujuan agar mereka mampu menjalankan tugas suci pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.
Selanjutnya, Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, membuka langsung acara pembekalan tersebut di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, pada Selasa (11/08/2026). Di samping itu, Kepala Bakesbangpol Kota Banjarmasin Ahmad Muzaiyin, para pelatih, pamong, dan pendamping turut mengawal jalannya acara. Oleh karena itu, kehadiran para pembina ini membakar semangat seluruh calon Paskibraka yang terdiri dari komposisi seimbang 17 putra dan 17 putri.
Tentunya, Wali Kota Yamin HR menegaskan bahwa mengemban tugas sebagai Paskibraka merupakan sebuah kehormatan tertinggi sekaligus tanggung jawab yang sangat besar. Apalagi, beliau meminta para peserta tidak menganggap remeh agenda ini sebagai seremoni tahunan belaka. Oleh sebab itu, tugas ini harus menjadi bentuk nyata penghormatan tertinggi terhadap lambang negara dan jasa para pahlawan bangsa. Menurutnya, para Paskibraka merupakan representasi terbaik dari generasi muda Kota Banjarmasin.
Khususnya selama masa karantina, Wali Kota meminta seluruh calon Paskibraka untuk selalu menjaga kedisiplinan dan mematuhi setiap instruksi. Padahal, rintangan fisik dan tekanan mental selama latihan tergolong cukup berat bagi para remaja. Maka dari itu, peserta wajib menjaga waktu, mengontrol sikap, serta merawat kondisi kesehatan fisik dengan prima. Sementara itu, mereka harus menghindari segala aktivitas yang dapat memecah konsentrasi menjelang hari pelaksanaan upacara.
Terkait hal tersebut, Yamin juga memaparkan bahwa kekompakan tim menjadi kunci utama penentu keberhasilan formasi di lapangan. Sebab, Paskibraka bukan panggung unjuk gigi untuk mencari siapa anggota yang paling hebat di antara sesama. Dengan kata lain, seluruh anggota harus mampu menyatukan derap langkah dan patuh pada satu komando yang sama. Bahkan, kebersamaan dan rasa saling percaya antar-lini akan menghasilkan gerakan pengibaran bendera yang presisi dan indah.
Pada dasarnya, kepala daerah berpesan agar para pemuda pilihan ini senantiasa menjaga nama baik keluarga dan daerah. Alhasil, mereka harus menunjukkan karakter generasi muda Banjarmasin yang berakhlak mulia, sopan santun, tangguh, dan berintegritas tinggi. Namun, masa latihan yang melelahkan ini juga menjadi momentum emas untuk terus mengevaluasi setiap kekurangan individu. Kemudian, beliau meminta peserta menyerap ilmu dari pelatih agar bisa tampil dengan penuh rasa percaya diri.
Meskipun demikian, jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin menaruh harapan yang sangat besar pada pundak generasi muda ini. Sebaliknya, kesuksesan pengibaran bendera merah putih akan menjadi kebanggaan kolektif bagi seluruh warga kota seribu sungai. Di sisi lain, para purna tugas Paskibraka nantinya harus mampu menjadi agen perubahan dan teladan disiplin di lingkungan sekolah masing-masing. Dengan demikian, investasi pendidikan karakter ini akan melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.





