Dukung Asta Cita Presiden RI, Pemkab HSS Kembangkan Berbagai Inovasi Daerah Berbasis Ekonomi Lokal

Teks foto: MENGHADIRI- Bupati HSS Syafrudin Noor dan Wabup Suriani saat menghadiri desiminasi inovasi.(Kominfo)(kalselpos.com)

Pemkab HSS berkomitmen mendukung program Asta Cita Presiden RI melalui penguatan 12 inovasi daerah unggulan prioritas.

Kandangan, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menyatakan komitmen penuh untuk mendukung keberhasilan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Tepatnya, pemerintah daerah mewujudkan keseriusan tersebut melalui penguatan berbagai inovasi lokal yang strategis. Dalam hal ini, program kerja berfokus pada kemandirian ekonomi, pemberdayaan UMKM, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, Pemkab HSS telah memetakan 12 inovasi unggulan prioritas berdasarkan hasil evaluasi daerah terbaru. Di samping itu, seluruh terobosan tersebut menyasar langsung penguatan ekosistem kewirausahaan masyarakat di tingkat tapak. Oleh karena itu, jajaran dinas menyelaraskan program ini dengan delapan misi utama pembangunan nasional. Daftar inovasi tersebut meliputi Inkubator Dopat, Sekolah Koperasi Desa HSS, Klinik UMKM, SADATU, GIAT UMKM GO ON, dan TERASA BERKAH. Selain itu, ada pula Kampung Kuliner, MAU SOP IGA, SILAPIS, Klinik UMKM Daha Barat, PETA DASEL, serta KURELA SEHATI.

Tentunya, Bupati HSS, Syafrudin Noor, menegaskan bahwa integrasi program daerah dengan visi pusat merupakan langkah mutlak. Apalagi, beliau ingin masyarakat merasakan langsung dampak positif dari kebijakan hilirisasi komoditas lokal. Oleh sebab itu, salah satu bukti nyata dukungan terhadap Asta Cita kelima adalah peluncuran inovasi MAU SOP IGA. Menurutnya, program di Kecamatan Daha Selatan ini sukses mengolah ekstrak albumin ikan gabus menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Khususnya untuk mendukung misi Asta Cita ketiga terkait penciptaan lapangan kerja, Pemkab HSS mengandalkan inovasi Inkubator Dopat. Padahal, tantangan pengembangan usaha mikro jenis dodol dan ketupat Kandangan sebelumnya tergolong cukup besar. Maka dari itu, program pendampingan intensif ini berhasil meraih skor kinerja tertinggi sebesar 4,25 dalam evaluasi daerah. Pasalnya, inkubator ini sukses membina 39 tenant usaha, mencetak omzet di atas Rp5 miliar per tahun, dan menyerap 75 tenaga kerja lokal.

Sementara itu, program Sekolah Koperasi Desa HSS juga memberikan kontribusi besar di sektor ekonomi perdesaan. Sebab, fasilitator lapangan berhasil memperkuat kelembagaan lokal dengan mengesahkan legalitas 148 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dengan kata lain, penguatan sektor koperasi ini berjalan beriringan dengan layanan jemput bola dari tim Klinik UMKM. Terkait hal tersebut, petugas sukses mendorong transformasi usaha informal ke formal hingga membawa 1.354 UMKM naik kelas.

Pada dasarnya, Bupati Syafrudin menjelaskan bahwa seluruh terobosan di HSS bukan sekadar urusan pemenuhan pelayanan publik semata. Alhasil, skema ini menjadi langkah terstruktur untuk menyukseskan program prioritas Presiden RI secara berkelanjutan. Namun, pemerintah daerah tidak ingin cepat berpuas diri meski domain dukungan ekosistem inovasi sudah meraih skor solid 30 dari 36. Kemudian, pihak eksekutif berjanji akan terus melakukan pembenahan sistemik guna menyempurnakan performa program di lapangan.

Meskipun demikian, ke depan Pemkab HSS berkomitmen untuk segera memperkuat skema pembiayaan usaha yang lebih terstruktur bagi warga. Sebaliknya, bupati tengah mempersiapkan penyusunan Peraturan Bupati khusus terkait pemberian insentif bagi pelaku UMKM naik kelas. Langkah regulasi ini penting untuk memantapkan sistem pemantauan digital terintegrasi melalui aplikasi SIMONEV UMKM. Pada akhirnya, tata kelola pemerintahan yang inovatif ini akan mengawal arah pembangunan Kabupaten HSS selalu selaras dengan agenda nasional.

 

 

Pos terkait