Bupati Tapin : P3K Harus Hadir dengan Integritas dan Semangat Melayani

Teks foto Bupati Tapin H Yamani menutup Orientasi P3K Angkatan I hingga VII di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapin Tahun 2026.(ist)(kalselpos.com)

Bupati Tapin H. Yamani secara resmi menutup Orientasi PPPK Angkatan I–VII Kabupaten Tapin Tahun 2026 di Pendopo Galuh Bastari.

Rantau, kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Bupati Tapin H. Yamani menutup Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Angkatan I hingga VII di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapin Tahun 2026. Acara penutupan ini berlangsung dengan tertib di Pendopo Galuh Bastari, Rantau, Selasa (11/8/2026).

Acara penutupan orientasi ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pembekalan bagi para P3K. Segenap peserta kini siap menjalankan tugas resmi mereka di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapin. Sejumlah pejabat penting tampak menghadiri kegiatan tersebut, antara lain perwakilan BPSDM Provinsi Kalimantan Selatan, para kepala perangkat daerah, dan camat setempat.

Selain itu, Sekda Tapin Unda Absori dan Asisten Administrasi Umum Fiqri Irmawan juga turut hadir. Mereka datang mendampingi Bupati bersama perwakilan BKD Kalsel serta jajaran Kepala SOPD Lingkup Tapin.

Bupati Tapin H Yamani dalam arahannya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan orientasi. Ia menekankan agar proses pembekalan ini tidak berhenti sebagai kewajiban administratif semata. Sebaliknya, materi orientasi harus menjadi bekal nyata dalam memahami tugas, tanggung jawab, nilai dasar, dan etika sebagai aparatur sipil negara.

“Menjadi P3K bukan hanya memperoleh status sebagai aparatur pemerintah, tetapi juga mengemban amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Yamani.

Oleh karena itu, ia meminta para P3K menerapkan pengetahuan dan pengalaman tersebut dalam pekerjaan sehari-hari. Seluruh aparatur wajib menjadikan integritas, disiplin, profesionalisme, loyalitas, serta semangat melayani sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas.

Kemudian, Yamani juga mengingatkan bahwa tuntutan tata kelola pemerintahan saat ini semakin kompleks. Menghadapi tantangan tersebut, aparatur daerah dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman secara cepat. Mereka harus terus meningkatkan kompetensi, memanfaatkan teknologi informasi, dan terbuka terhadap inovasi baru.

“Laksanakan tugas dengan baik demi terwujudnya pelayanan publik yang cepat, mudah, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Tapin,” ujarnya.

Selanjutnya, ia berharap para P3K menjadikan momentum kelulusan orientasi ini sebagai langkah awal yang baik. Mereka harus memperkuat komitmen dan dedikasi tinggi dalam menjalankan amanah sebagai aparatur pemerintah.

“Bekerjalah dengan hati, melayani dengan tulus, dan berikan kinerja terbaik untuk masyarakat dan daerah,” kata Yamani.

Lebih lanjut, Yamani mengajak seluruh aparatur untuk bersama-sama membangun Kabupaten Tapin agar lebih maju. Sinergi ini dapat terwujud melalui semangat pengabdian yang tulus dan pelayanan prima kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tapin Gt. Ridha Jaya Wardana memberikan pandangan serupa mengenai agenda tersebut. Menurutnya, orientasi ini merupakan bagian krusial dalam membangun kesiapan mental dan fisik aparatur sebelum terjun ke dunia kerja pemerintahan.

“Pembekalan diharapkan memperkuat pemahaman peserta terhadap tanggung jawab serta standar perilaku yang diperlukan dalam pelayanan publik, “katanya.

Secara keseluruhan, penutupan orientasi ini sekaligus menegaskan harapan besar Pemerintah Kabupaten Tapin kepada pegawai baru. Pihak manajemen daerah menginginkan para P3K mampu menerjemahkan hasil pembelajaran ke dalam bentuk kinerja nyata di instansi masing-masing.

Akhirnya, berbekal kompetensi dan nilai-nilai positif selama orientasi, para aparatur baru ini siap membawa perubahan. Mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung terwujudnya pemerintahan yang efektif dan responsif.

 

 

Pos terkait