Pemprov Kalsel memperkuat ekosistem kebudayaan dengan membangun Ensiklopedia Kebudayaan Digital dan menyusun kamus bahasa Banjar.
Banjarmasin, kalselpos.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat pembangunan kebudayaan berbasis data dan komunitas melalui program Banua Cultural Ecosystem 2030. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun Ensiklopedia Kebudayaan Kalsel berbasis digital.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Edy Suwarto, mengatakan ensiklopedia tersebut dirancang untuk memetakan berbagai entitas kebudayaan, mulai dari cagar budaya, warisan budaya hingga penggiat seni.
Penyusunan kamus bahasa Banjar juga telah dirampungkan dengan sekitar 11 ribu kosakata yang tersedia secara daring. Data tersebut menjadi bagian dari ensiklopedia digital yang diharapkan mampu menjadi basis informasi kebudayaan Kalsel.
“Kita berharap ensiklopedia kebudayaan itu mewakili secara garis besar entitas budaya di Kalimantan Selatan,” kata Edy, Senin (10/8).
Saat ini terdapat 19 cagar budaya yang telah ditetapkan dari baseline 50 objek yang tersebar di kabupaten/kota. Sejumlah objek seperti Rumah Banjar dan Candi Agung di Amuntai turut dipetakan lengkap dengan data spasial dan status penetapannya.
Program tersebut sejalan dengan perubahan paradigma pembangunan budaya, dari event menuju ekosistem dan dari berbasis pemerintah menjadi berbasis komunitas.
Edy mengatakan pemerintah juga mendorong pertumbuhan sanggar budaya, terutama yang menyasar anak usia 10–15 tahun, serta menginisiasi Institut Seni Budaya Banjar dan Dayak.
Pelaku sanggar dan lembaga kesenian yang mengalami kendala aktivasi didorong mendaftarkan diri melalui ensiklopedia agar dapat difasilitasi pemerintah.





