Satpol PP Kabupaten Banjar menyiagakan 71 personel untuk mengamankan kegiatan Banjar Berselawat di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura.
Martapura, Kalselpos.com –
Kasatpol PP Kabupaten Banjar Yuana Karta Abidin menyampaikan kesiapan personel dalam pengamanan kegiatan Banjar Berselawat di Alun-Alun Ratu Zalecha Martapura, Senin (10/8/2026). (ist)
Menteri Agama Republik Indonesia KH Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan antarumat beragama, dan kelestarian alam. Beliau menyampaikan pesan penting tersebut sebagai fondasi utama pembangunan daerah saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Gubernur Kalsel H Muhidin menyambut langsung kedatangan Menag bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sejumlah habib, tokoh agama, serta ribuan elemen masyarakat juga ikut memadati Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (9/8/2026).
Nasaruddin menilai bahwa Kalsel dianugerahi kekayaan alam dan potensi melimpah. Namun, keberhasilan target pembangunan daerah sangat bergantung pada kuatnya persatuan antaretnis dan umat beragama. Sinergi erat antara pemerintah dan masyarakat juga menjadi faktor penentu yang sangat krusial.
“Persatuan itu kunci. Kalau itu berhasil, maka langit dan bumi akan membuka rezekinya. Itu keyakinan kita sebagai umat beragama,” ujar Nasaruddin usai acara Silaturahmi Tokoh Agama se-Kalsel.
Oleh karena itu, beliau menyoroti peran krusial tokoh lintas agama dalam mencegah konflik sosial. Menurutnya, perselisihan berbasis agama memiliki dampak yang jauh lebih dahsyat dibanding perbedaan etnik atau politik.
“Kalau tokoh umat beragama kompak, perbedaan pendapat tidak akan memicu gejolak. Mari kita jaga bersama kerukunan dan keharmonisan ini,” tegasnya.
Selain kerukunan, Menag mengingatkan masyarakat untuk aktif menjaga kelestarian lingkungan. Warga tidak boleh merusak atau membakar alam secara sembarangan. “Mari kita bersahabat dengan alam. Insya Allah, alam akan membuka rahmatnya jika kita mendekati secara rohani,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalsel H Muhidin mengapresiasi kunjungan Menag tersebut. Kehadiran Menag terbukti memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam merawat toleransi. Di usia ke-76, Provinsi Kalsel berkomitmen kuat mempertahankan predikat sebagai daerah yang agamis, aman, dan damai.
Muhidin menyebut bahwa tingginya indeks kerukunan di Kalsel tidak lepas dari kontribusi masif lembaga pendidikan agama. Keberadaan majelis taklim dan forum keagamaan juga ikut memperkokoh kedamaian warga.
“Pemprov Kalsel berkomitmen terus memperkuat moderasi beragama demi terwujudnya Banua yang aman, maju, dan sejahtera,” pungkas Muhidin.





