Dugaan Pelecehan Siswi di SDN Teluk Dalam 3 mencuat, Disdik langsung Turun Tangan

Teks foto : SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin(kalselpos.com)

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mengklarifikasi dugaan pelecehan peserta didik oleh oknum guru di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin.

Banjarmasin, kalselpos.com

Bacaan Lainnya

Dugaan tindakan pelecehan terhadap peserta didik di SDN Teluk Dalam 3 Banjarmasin mencuat dan membuat resah para orang tua siswa. Informasi tersebut beredar luas di kalangan wali murid. Kabar itu menyebut seorang oknum guru diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap siswinya. Isu ini bahkan semakin menguat karena guru yang bersangkutan masih aktif mengajar di sekolah.

Menanggapi kabar miring tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin langsung turun tangan. Pihak dinas meminta penjelasan secara detail kepada pihak sekolah terkait dugaan kejadian yang melibatkan tenaga pendidik tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menyatakan bahwa pihaknya sudah memanggil pihak sekolah. Mereka meminta keterangan langsung dari Kepala SDN Teluk Dalam 3.

“Kami sudah mengonfirmasi pihak SDN Teluk Dalam 3 terkait pemberitaan media mengenai dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru,” ujar Ryan, Sabtu (8/8/2026).

Berdasarkan klarifikasi awal, persoalan bermula ketika seorang murid bertemu dengan mantan gurunya. Dalam pertemuan tersebut, sang guru berinteraksi dengan dua orang peserta didik. Penjelasan dari pihak sekolah menyebutkan adanya kontak fisik pada bagian tubuh murid dalam interaksi tersebut.

Namun, guru yang bersangkutan membantah tuduhan mengarah ke pelecehan. Ia menjelaskan bahwa kontak fisik tersebut murni ketidaksengajaan dalam suasana menyapa dan bercanda.

“Guru tersebut mengaku tidak sengaja menyentuh murid saat menyapa dan bercanda. Meski demikian, ia sudah menyampaikan permohonan maaf kepada peserta didik dan orang tuanya,” jelas Ryan.

Pihak sekolah kemudian memfasilitasi pertemuan antara guru dan kedua orang tua murid pada Rabu (5/8/2026). Agenda ini bertujuan meluruskan persoalan sekaligus membuka ruang komunikasi yang sehat antarpihak.

Meski ada klarifikasi, Dinas Pendidikan tetap memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Masalah interaksi guru dan murid harus mengedepankan batas profesional serta jaminan keamanan anak di sekolah.

Pihak sekolah kini menjadikan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi internal. Kepala sekolah mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar lebih berhati-hati saat berinteraksi, terutama menghindari kontak fisik dengan murid.

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin juga terus memantau perkembangan kasus ini. Pihaknya berkoordinasi ketat dengan sekolah guna memastikan penyelesaian masalah berjalan objektif.

“Kami mengutamakan perlindungan dan kenyamanan peserta didik. Kami juga memastikan penanganan kasus ini berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Ryan.

Dinas Pendidikan menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak sekadar mencari kejelasan kronologi. Lebih dari itu, pemerintah fokus menjamin perlindungan, keamanan, kenyamanan, serta pemenuhan hak anak di lingkungan sekolah.

 

 

Pos terkait