Gubernur Kalsel H. Muhidin beri apresiasi tinggi kepada Polda Kalsel atas pengungkapan 172,4 kg sabu dan pemusnahan barang bukti narkotika di Banjarbaru.
Banjarbaru, kalselpos.com– Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, mengapresiasi tinggi Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, apresiasi ini mengalir atas keberhasilan polisi mengungkap berbagai kasus peredaran narkotika di wilayah Banua.
Selanjutnya, Gubernur menyampaikan pujian tersebut saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkotika di Banjarbaru, Selasa (4/8). Menurut Muhidin, keberhasilan ini membuktikan komitmen nyata aparat kepolisian dalam melindungi masyarakat.
Oleh sebab itu, beliau mengucapkan terima kasih atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Secara khusus, ucapan ini tertuju kepada Kapolda Kalsel beserta seluruh jajaran yang bergerak progresif.
Selain itu, Muhidin menambahkan bahwa pemusnahan barang bukti memperlihatkan sinergi yang kuat. Sebab, Polda Kalsel dan instansi terkait sukses memutus mata rantai peredaran narkotika. Bahkan, langkah konkret mereka menyelamatkan ratusan ribu warga Kalsel dari bahaya obat terlarang.
Kendati demikian, Muhidin mengaku prihatin terhadap kondisi peredaran narkoba saat ini. Hal ini karena banyaknya barang bukti sitaan menunjukkan ancaman yang masih sangat serius. Oleh karena itu, ia menyerukan penguatan kolaborasi antarlini secara menyeluruh.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polri, TNI, kejaksaan, dan pengadilan harus bersatu padu. Begitu pula pemerintah daerah, ulama, tokoh agama, hingga komponen masyarakat wajib mencegah peredaran ini.
Di samping itu, ia mengajak publik menggelorakan semangat kampanye gerakan “Hajar Narkoba”. Tujuannya adalah menyelamatkan seluruh warga Kalsel demi melindungi masa depan generasi muda.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Polda Kalsel merilis capaian operasi terbaru. Tercatat, aparat berhasil membongkar 26 kasus narkotika sejak 24 Mei hingga 21 Juli 2026. Dalam operasi ini, polisi memusnahkan 172,4 kilogram sabu dan 556 butir ekstasi.
Akhirnya, Muhidin berharap capaian besar ini menjadi stimulus bagi semua pihak. Dengan demikian, semua elemen dapat memperketat ruang gerak para bandar narkoba.





