Pemkab Tapin Kaji Tiru Pelajari Sistem Pengelolaan Sampah di PT Arco Samudera Perkasa

Teks foto Bupati Tapin H Yamani saat melakukan kaji tiru ke PT Arco Samudera Perkasa Cabang Bali dalam rangka memperkuat upaya pembenahan sistem pengelolaan sampah di daerah.(ist)(kalselpos.com)

Pemkab Tapin melakukan kaji tiru pengelolaan sampah ke Bali untuk adopsi teknologi dan manajemen modern demi reduksi beban TPA.

Rantau, kalselpos.com – Permasalahan sampah terus menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tapin menggelar kaji tiru ke PT Arco Samudera Perkasa Cabang Bali pada Selasa (28/7/2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk mempelajari sistem manajemen pengelolaan sampah yang lebih modern.

Bacaan Lainnya

​Terkait hal tersebut, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tapin, Chandra, memberikan penjelasan tambahan. Sejak Oktober 2025, Pemkab Tapin telah mempercayakan manajemen sampah kepada perusahaan swasta tersebut.

​”Mereka mengelola 530 petugas kebersihan kita. Selain itu, mereka mengatur pengangkutan sampah dari TPS ke TPA,” ujarnya.

​Lebih lanjut, Chandra menjelaskan bahwa mitra swasta tersebut memiliki inovasi berupa penyusunan TPS terpadu. Pemkab Tapin ingin mengadopsi dan menerapkan inovasi sistem ini di daerah. Terlebih lagi, produksi sampah di Kabupaten Tapin saat ini sudah mencapai 76 ton per hari.

​”Melalui inovasi ini, kami akan mendaur ulang 40 ton sampah setiap hari. Program ini melibatkan tim arco, masyarakat, dan dinas lingkungan hidup. Sementara itu, petugas akan membuang sisa sampah ke TPA,” jelasnya.

​Chandra menambahkan bahwa sistem lama belum berjalan secara optimal. Sebab, saat ini petugas masih membuang sekitar 80 persen sampah langsung ke TPA. Sebaliknya, masyarakat baru mengolah 20 persen sisanya di TPS 3R.

​Sementara itu, Bupati Tapin H Yamani menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung efisiensi sistem ini. Ia menilai kunjungan ke Bali sangat penting untuk meniru teknologi ramah lingkungan.

​”Pengelolaan sampah tidak bisa lagi memakai cara lama. Oleh sebab itu, kita perlu melakukan lompatan melalui integrasi teknologi dan pemilahan dari sumbernya,” tegas Yamani.

​Selanjutnya, Yamani menambahkan bahwa pengurangan beban TPA akan memperpanjang usia pakai tempat pembuangan tersebut. Di sisi lain, optimalisasi TPS 3R bakal membuka nilai ekonomi baru bagi warga sekitar.

​”Tujuannya bukan sekadar kota yang bersih. Namun, kami ingin mengubah sampah menjadi sumber daya ekonomi sirkular,” pungkasnya.

​Melalui kehadiran TPS Terpadu ini, Pemkab Tapin optimistis dapat menekan dominasi pembuangan akhir secara bertahap. Bahkan, mereka menargetkan angka pembuangan ke TPA turun hingga di bawah 50 persen dalam beberapa tahun ke depan.

​Dalam kunjungan tersebut, Bupati mengajak Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah Yamani dan sejumlah kepala dinas. Pejabat yang mendampingi antara lain Kepala Dinas Perkimtam, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Disdukcapil, Kepala Disnaker, Kepala Dinas Penanaman Modal, serta Kepala Kesbangpol Tapin.

Pos terkait