Pertemuan Pemko Banjarmasin dan Kantor Pusat PLN di Jakarta belum memuaskan warga terkait kepastian penghentian pemadaman listrik.
JAKARTA, Kalselpos.com – Hasil pertemuan antara Pemko Banjarmasin dan Kantor Pusat PLN di Jakarta masih belum memberi kepastian baru. Wakil Wali Kota Ananda bersama Sekda Ichrom Muftezar mendatangi pimpinan pusat demi menyuarakan amarah warga. Selanjutnya, Ananda membeberkan kerugian besar para pelaku UMKM akibat pemadaman listrik yang berlarut-larut. Pihaknya menegaskan bahwa durasi padam hingga enam jam sangat melumpuhkan aktivitas harian masyarakat Banua. Oleh karena itu, jajaran pemerintah daerah mendesak kepastian pemulihan sistem secara cepat dan nyata. Hasilnya, pihak manajemen hanya mengulang janji manis pengurangan durasi padam secara bertahap.
Sementara itu, PLN berjanji menguras durasi pemadaman menjadi tiga jam mulai tanggal 29 Juli 2026. Pihaknya menetapkan target normalisasi total jaringan listrik Kalimantan Selatan pada 4 Agustus mendatang. Selain itu, Sekda Ichrom Muftezar menyebut pelanggan prabayar maupun pascabayar berhak memperoleh kompensasi regulasi ESDM. Pihaknya memastikan bakal terus mengawal Janji manajemen pusat demi memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat. Pada akhirnya, Pemko Banjarmasin mengharapkan komitmen nyata agar perekonomian daerah kembali bergerak pulih. Di sisi lain, masyarakat luas menagih bukti penanganan gangguan listrik secara nyata di lapangan.





