Kapal MV Haida membawa 69 korban selamat KM Virgo 08 tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan dipantau Menhub Dudy Purwagandhi.
BANJARMASIN, Kalselpos.com — Sebanyak 69 korban selamat dari insiden KM Virgo 08 akhirnya tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 18.00 WITA.
Para korban sebelumnya dievakuasi menggunakan MV Haida. Setibanya di Pelabuhan Trisakti, seluruh korban dalam kondisi selamat dan langsung menjalani proses penanganan setelah turun dari kapal.
Kedatangan MV Haida yang membawa para korban turut dipantau langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama unsur SAR dan sejumlah instansi terkait. Proses evakuasi dari kapal ke darat dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan para korban segera mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.
Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan kesiapan penanganan korban di darat, khususnya dalam aspek kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin telah mengoordinasikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan rumah sakit.
Sementara itu, BPBD Kota Banjarmasin menyiagakan personel serta memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri, Basarnas dan unsur terkait lainnya di kawasan Pelabuhan Trisakti.
Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR menegaskan, penanganan terhadap korban harus dilakukan secepat mungkin begitu mereka tiba di darat.
“Begitu korban tiba, penanganan harus langsung berjalan. Tidak boleh ada jeda. Kita siapkan personel, layanan kesehatan, rumah sakit, dan seluruh kebutuhan pendukung agar korban mendapatkan penanganan sebaik-baiknya,” ujar Yamin.
Berdasarkan perkembangan sementara, total 113 orang telah berhasil dievakuasi dari KM Virgo 08. Rinciannya, 107 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara enam orang meninggal dunia.
Dari total 243 orang yang berada di dalam kapal, sebanyak 130 orang masih dalam pencarian.
Dengan tibanya 69 korban selamat di Banjarmasin, proses penanganan di Pelabuhan Trisakti terus dilakukan. Di saat yang sama, operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih belum ditemukan tetap berlangsung.
Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan operasi SAR serta proses pendataan di lapangan.





