BANJARMASIN, Kalselpos.com – Hampir sebulan pasca kebakaran hebat yang melanda kawasan Pasar Lima atau Pasar Bawang di Kota Banjarmasin pada 4 Mei 2026 lalu, nasib para pedagang masih diliputi ketidakpastian. Harapan untuk segera kembali berjualan normal pun belum bisa terwujud lantaran pembangunan pasar pengganti hingga kini masih berada di tahap proses tender.
Situasi tersebut membuat puluhan pedagang bersama ratusan buruh pasar terdampak kebakaran harus bertahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat. Aktivitas perdagangan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka lumpuh sejak api menghanguskan sejumlah lapak di kawasan pasar tersebut.
Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Bawang Merah Banjarmasin mendatangi Balai Kota Banjarmasin pada Senin (25/5/2026). Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi terkait nasib para pedagang pasca kebakaran besar yang meluluhlantakkan lokasi usaha mereka.
Kedatangan sejumlah orang dari Asosiasi Pedagang Bawang Merah Banjarmasin tersebut tidak membuahkan hasil apapun lantaran Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin sedang tidak ada ditempat.
Para pedagang bawang merah tersebut berencana untuk berbicara langsung perihal nasib mereka pasca kebakaran yang terjadi pada 4 Mei 2026 lalu.
Salah seorang dari Asosiasi Pedagang Bawang Merah Banjarmasin, Dedy Supriadi mengatakan bahwa hingga sampai saat ini tidak ada itikad dari Pemko Banjarmasin melalui Perumda Pasar.
“Dalam hal ini Pemko hanya diwakili Permuda mengadakan pertemuan dengan kami, tapi masih tidak ada penjelasan yang sesuai dengan tuntutan para pedagang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tuntutan dari perdagang sangatlah sederhana, yakni ingin kembali mendirikan lapak dagangan di lokasi bekas terjadinya kebakaran tersebut.
“Tuntutan pedagang hanya membangun secara mandiri. Tapi hasil dari pertemuan masih belum ada, bahkan Perumda Sudah memasang Garis Polisi di lokasi tersebut,” tegasnya.
Hal ini tentunya menurut Dedy tidak hanya menyulitkan para pedagang saja, karena setiap pedagang bisa memiliki 10-15 orang karyawan yang terpaksa tidak bisa bekerja.
“Tentunya dalam hal ini tidak hanya pedagang yang terdampak, tetapi juga karyawan yang mencari nafkah di pasar. Harusnya itu yang difikirkan oleh Pemko dalam hal ini Perumda Pasar,” jelasnya.
Untuk itulah pihaknya mendatangi Balai Kota Banjarmasin untuk bisa bertemu dengan Wali Kota Banjarmasin, guna membahas hal tersebut lebih lanjut dan meminta penjelasan yang lebih kongkret tentang lapak dagangan mereka yang terdampak kebakaran.
Ia pun mengingatkan kepada Pemko Banjarmasin khususnya Perumda Pasar apabila tidak ada itikad baik maupun tindakan lebih lanjut maka mereka berencana untuk turun aksi untuk menyatakan pendapat.
“Kami hanya meminta untuk pemberian izin untuk membangun kembali secara pribadi, tapi kalau tidak ada itikad juga kami akan melakukan tindakan yang sifatnya menyatakan pendapat,” bebernya.
Dedy pun mengakui bahwa memang Perumda Pasar memberikan solusi kepada pedagang, namun solusi tersebut tidak sesuai dengan aspirasi para pedagang.
“Aspirasi pedagang ini satu saja, mau membangun tempat dagangan secara mandiri disitu, dan kalau seandainya nanti Pemerintah ingin menggunakan lagi tanah itu silakan saja dengan sukarela kami menyerahkan,” jelasnya lagi.
“Tapi untuk sementara waktu berikan kami izin agar pedagang ini bisa terelokasi dan berjalan usahanya,” tambahnya.
Sementara itu salah seorang pedagang lainnya yakni Safruddin mengatakan bahwa untuk sementara mereka memindah lokasi dagangannya di atas Pasar Harum Manis II.
“Tapi bagi sebagian pedagang lainnya yang tidak ada tempat masih lontang-lantung,” ujarnya.
Bahkan Safruddin menerangkan sebagian buruh di pasar bawang yang kesehariannya mengupas bawang, masih mencari lokasi. Karena sebagian besar pedagangnya belum memiliki tempat.
“Jadi kasian juga para buruh itu. Perumda juga memberikan kami solusi untuk pembangunan pasar itu, tapi pertanyaannya kapan diselenggarakan?,”
“Apa salahnya para pedagang korban kebakaran ini berbicara langsung dengan Wali Kota untuk meminta kejelasan. Kalau terkait dari Perumda yang disampaikan oleh perwakilan, kita masih ragu kapan penyelenggaraan pembangunan itu,” pungkasnya.
Terpisah, Direktur Perumda Pasar Baiman, Abdan Syakura mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menggelar rapat dan koordinasi bersama para perwakilan pedagang pasca musibah kebakaran terjadi.
“Pasca kebakaran terjadi, kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dan rapat dengan para pedagang. Dan sudah ada kesepakatan bahwa yang akan membangun kembali area kebakaran itu adalah Perumda Pasar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).
Meski demikian, Abdan mengakui pembangunan belum dapat dimulai karena masih menunggu tahapan penawaran dari sejumlah vendor yang mengikuti tender pengerjaan proyek tersebut.
“Tahapannya saat ini sedang berproses. Kita menunggu penawaran dari beberapa vendor, yang hari ini akan masuk penawaran-penawaran tersebut,” katanya.
Perumda Pasar sendiri menargetkan pembangunan pasar pengganti dapat rampung pada Agustus 2026 mendatang. Nantinya, bangunan baru akan dibuat dengan konsep semi permanen sesuai arahan Wali Kota Muhammad Yamin agar kawasan pasar lebih tertata serta mampu meminimalkan risiko kebakaran maupun banjir.
“Untuk ke depannya kita harus membuat bangunan yang lebih tertata dan lebih tertib lagi. Sehingga kita bisa memitigasi beberapa risiko, terutama di Banjarmasin ini kan risiko kebanjiran dan kebakaran,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





