Kalah saing, Peminat SPMB Banjarmasin tahun 2026 kurang Peminat 

Teks foto :Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com –Puluhan sekolah negeri gagal memenuhi kuota pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Bahkan, ada sekolah dasar yang hanya memperoleh satu calon peserta didik hingga penutupan pendaftaran.

 

Bacaan Lainnya

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Apakah sekolah negeri mulai ditinggalkan dan kalah bersaing dengan sekolah swasta yang kini menawarkan beragam keunggulan?

 

Menanggapi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, membantah anggapan bahwa sekolah negeri kehilangan daya tarik. Menurutnya, penyebab utama sepinya pendaftar justru berasal dari perubahan pola persebaran penduduk di Kota Banjarmasin.

 

“Bukan berarti sekolah negeri kalah bersaing. Analisa sederhana kami, ini lebih kepada perubahan demografi penduduk di Kota Banjarmasin,” ujar Ryan, Senin (6/7/2026).

 

Ia menjelaskan, kawasan permukiman yang sebelumnya terkonsentrasi di Banjarmasin Tengah, Barat, dan Timur kini bergeser ke wilayah Utara dan Selatan. Pesatnya pembangunan perumahan baru membuat sebaran anak usia sekolah ikut berubah, sehingga berdampak langsung terhadap jumlah pendaftar di sejumlah sekolah.

 

“Dulu pusat permukiman banyak berada di Banjarmasin Tengah, Barat, dan Timur. Sekarang masyarakat banyak yang tinggal di Utara dan Selatan karena perkembangan perumahan cukup masif. Itu tentu memengaruhi jumlah anak usia sekolah di masing-masing wilayah,” jelasnya.

 

Selain faktor demografi, Ryan mengakui masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan sekolah. Kehadiran sekolah swasta dengan berbagai program unggulan membuat orang tua semakin leluasa memilih pendidikan yang dianggap paling sesuai bagi anaknya.

 

“Sekarang pilihan sekolah semakin banyak dan orang tua juga memiliki pertimbangan sendiri dalam menentukan sekolah anaknya. Kita tidak bisa memaksakan mereka harus memilih sekolah negeri,” katanya.

 

Meski demikian, Dinas Pendidikan memastikan tidak tinggal diam. Evaluasi terhadap pemerataan daya tampung hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah negeri terus dilakukan agar tetap menjadi pilihan masyarakat.

 

“Yang menjadi fokus kami adalah terus melakukan perbaikan, baik dari sisi daya tampung maupun sarana dan prasarana sekolah. Kami ingin sekolah negeri tetap memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan menjadi pilihan masyarakat,” tegas Ryan.

 

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 20 SMP Negeri di Kota Banjarmasin masih kekurangan peserta didik setelah SPMB daring resmi ditutup. Sekolah tersebut meliputi SMPN 10, 12, 13, 14, 16, 17, 18, 20, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 28, 29, 32, 33, 34, dan 35.

 

Salah satu yang paling terdampak adalah SMPN 10 Banjarmasin, yang masih kekurangan 87 siswa dari kuota 193 peserta didik.

 

“Di tempat kami masih kekurangan. Sehingga kembali membuka pendaftaran,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 10 Banjarmasin, Apriansyah.

 

Kondisi yang lebih memprihatinkan juga terjadi di jenjang sekolah dasar. SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin hanya menerima satu pendaftar hingga penutupan SPMB pada 27 Juni 2026, padahal sekolah tersebut menyediakan kuota 28 siswa untuk satu rombongan belajar.

 

“Baru satu pendaftar, dan pendaftaran siswa baru kami perpanjang secara offline. Padahal kami siapkan kuota 28 siswa baru untuk satu rombongan belajar,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Arif Rahman Hakim.

 

Akibat masih banyaknya kursi kosong, Dinas Pendidikan kembali membuka pendaftaran secara offline hingga awal Juli sebagai langkah mengejar kuota yang belum terpenuhi.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait