Dari Asisten Raffi Ahmad, jadi Komisaris Krakatau Posco

Teks foto : Mufli Budi Ananda. (Foto: Ist)(kalselpos.com)

kalselpos.com – Nama Mufli Budi Ananda mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini terjadi setelah dirinya masuk dalam jajaran Dewan Komisaris PT Krakatau Posco. Publik mempertanyakan kompetensi dan rekam jejak Mufli yang selama ini lebih dikenal sebagai asisten pribadi selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

 

Bacaan Lainnya

Dalam struktur perusahaan terbaru, Mufli tercatat menjabat sebagai Komisaris. Ia mendampingi Komisaris Utama Brigjen TNI Bambang Sudono Sastroprawiro, sementara posisi Presiden Direktur masih dipegang oleh Kim Young-Joong.

 

Penunjukan ini memicu gelombang kritik dari warganet, khususnya di platform X dan Threads. Sebagian besar mengkritik minimnya pengalaman Mufli di industri baja atau sektor manufaktur berat.

 

“Jujur ini paling gong. Asistennya Raffi Ahmad menjadi Komisaris Krakatau Posco,” tulis salah satu akun X, @GerradKevin, Minggu (28/6). Unggahan yang mempertanyakan transparansi proses penunjukan tersebut telah menjangkau hingga 3,4 juta pengguna. Netizen lain juga menyoroti usia Mufli yang masih muda dengan pengalaman yang dianggap belum mumpuni untuk jabatan pengawas perusahaan strategis.

 

Berdasarkan penelusuran dokumen akademik, Mufli diketahui merupakan lulusan Diploma Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung. Ia sempat melanjutkan studi pada Program Studi Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) pada tahun 2014. Namun, data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) menunjukkan status akademiknya tercatat mengundurkan diri pada tahun akademik 2018/2019, sehingga ia diduga belum menuntaskan pendidikan sarjana (S-1).

 

PT Krakatau Posco sendiri merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan raksasa baja asal Korea Selatan, POSCO. Perusahaan yang berbasis di Cilegon, Banten ini mengoperasikan salah satu pabrik baja terpadu terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 3 juta ton baja per tahun.

 

Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Krakatau Posco belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan, pertimbangan, maupun mekanisme penunjukan Mufli Budi Ananda ke dalam jajaran dewan komisaris perusahaan.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait