Banjarmasin, kalselpos.com – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Fraksi Golkar, Raisha Aprillia, mengapresiasi capaian realisasi pendapatan APBD Kalsel tahun 2025 yang berhasil menempatkan provinsi ini sebagai peringkat pertama secara nasional hingga 1 Desember 2025.
Capaian tersebut berdasarkan data Ditjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui laporan per 28 November 2025, yang menunjukkan, Kalsel mencatat realisasi pendapatan mencapai 97,85 persen, tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia.
“Kita bersyukur Kalimantan Selatan berada di posisi teratas realisasi pendapatan APBD se-Indonesia. Ini adalah bukti nyata bahwa pengelolaan fiskal daerah kita semakin kuat dan efektif,” ujar Raisha, Senin (1/12).
Menurutnya, capaian ini harus dipertahankan hingga akhir tahun anggaran 2025 sebagai indikator konsistensi kinerja Pemerintah Provinsi Kalsel dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.
Data grafik nasional juga memperlihatkan, rata-rata realisasi pendapatan provinsi se-Indonesia berada pada angka 82,27 persen. Dengan nilai 97,85 persen, Kalsel tidak hanya unggul, tetapi juga melampaui rata-rata Nasional lebih dari 15 persen.
Berdasarkan pemeringkatan lima besar provinsi, Kalsel berada di posisi pertama, diikuti oleh Gorontalo (94,62%), DI Yogyakarta (94,51%), Jawa Timur (90,83%), dan Nusa Tenggara Barat (90,34%).
Raisha menilai keberhasilan ini menunjukkan adanya penguatan manajemen pendapatan daerah, termasuk optimalisasi pajak daerah, bagi hasil, dan pendapatan sah lainnya. “Kinerja ini harus terus dijaga agar pembangunan di Kalsel dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah agar tetap menjaga ritme kinerja, mengingat realisasi pendapatan yang tinggi adalah pondasi penting bagi pelaksanaan program-program pembangunan provinsi ke depan.
Apa arti 97,85% realisasi pendapatan?
Angka 97,85% berarti, dari seluruh target pendapatan APBD Kalsel tahun 2025, hampir seluruhnya sudah berhasil direalisasikan atau diterima kas daerah.
Dengan kata lain, jika target pendapatan APBD Kalsel misalnya Rp10 triliun, maka sekitar Rp9,785 triliun sudah tercapai hingga 28 November 2025.
Capaian ini adalah indikator: Efektivitas pengumpulan pendapatan, kinerja fiskal yang sehat, perencanaan anggaran yang realistis dan penguatan penerimaan daerah
Realisasi pendapatan merupakan salah satu indikator utama yang dipantau Kemendagri untuk mengukur kesehatan fiskal provinsi.
Ketika Kalsel menjadi peringkat 1 dari seluruh provinsi, ini menunjukkan:
Kalsel paling cepat dan paling efektif mengumpulkan pendapatan daerah
Kalsel berada di atas provinsi-provinsi besar seperti Jatim, Jabar, dan DKI
Kalsel berpotensi menutup tahun anggaran 2025 dengan kinerja terbaik.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





