Banjarbaru, Kalselpos.com – Bandara Internasional Syamsudin Noor tercatat sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar kedua bagi Kota Banjarbaru setelah Q-Mall. Kondisi ini mendorong DPRD Banjarbaru untuk terus mendorong pengembangan potensi pendapatan dari sektor bandara.
Ketua Komisi II DPRD Banjarbaru, Ir Syamsuri, menyampaikan hal tersebut usai melakukan kunjungan kerja ke Bandara Internasional Syamsudin Noor, Selasa (2/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, pihaknya meninjau secara langsung kontribusi bandara terhadap pemasukan daerah.
Menurut Syamsuri, keberadaan bandara tidak hanya memberikan pemasukan bagi daerah, tetapi juga memiliki peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Banjarbaru yang selama ini menunjukkan perkembangan positif.
“Kami ingin melihat bagaimana kontribusi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Banjarbaru yang cukup baik juga menjadi perhatian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut juga bertujuan menggali peluang-peluang baru yang dapat meningkatkan PAD dari sektor bandara. Berdasarkan data tahun 2025, kontribusi Bandara Syamsudin Noor terhadap PAD Kota Banjarbaru mencapai Rp15,4 miliar.
Meski demikian, Syamsuri memprediksi adanya tantangan ke depan. Penurunan jumlah penumpang dinilai berpotensi memengaruhi besaran kontribusi yang diberikan.
“Kami berharap minimal nilainya bisa bertahan, bahkan kalau memungkinkan meningkat. Namun melihat tren jumlah penumpang yang menurun, kemungkinan dampaknya juga akan terasa pada PAD,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak penerapan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) sejak 2022. Aturan tersebut mengubah porsi penerimaan pajak parkir daerah dari sebelumnya 30 persen menjadi 10 persen.
Ia berpendapat, perubahan tersebut ikut memengaruhi penerimaan daerah dari sektor bandara sehingga diperlukan langkah baru untuk mencari sumber pendapatan tambahan.
Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, menjelaskan pihaknya telah memaparkan sejumlah perkembangan dan rencana pengelolaan kawasan bandara yang berpotensi menambah kontribusi terhadap daerah.
Ia menyebut salah satu area yang tengah disiapkan adalah kawasan Cendrawasih yang masih dalam tahap pengembangan kerja sama bisnis.
“Kami sudah memiliki sejumlah rencana pengembangan, namun saat ini masih dalam proses penjajakan dari sisi bisnis,” jelasnya.
Selain itu, pengelolaan aset bandara juga mulai diarahkan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya melalui pemanfaatan lahan di kawasan Jalan Golf yang kini mulai diisi aktivitas usaha.
Menurut Millyas, pengembangan BDJ Market serta pemanfaatan area komersial di terminal menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal agar dapat berkembang.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





