Viral warga patungan cor jalan rusak, Yamin : Gang Teluk mendung segera dikaji!

Teks foto :Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR turun langsung meninjau lokasi.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Aksi gotong royong warga Gang Teluk Mendung, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, yang rela merogoh kocek sendiri untuk memperbaiki jalan rusak akhirnya membuahkan hasil.

 

Bacaan Lainnya

Setelah videonya viral di media sosial, Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR turun langsung meninjau lokasi, Rabu, guna melihat kondisi jalan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

 

Kunjungan orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu sekaligus menjawab keluhan warga yang selama bertahun-tahun mengaku belum merasakan sentuhan pembangunan di kawasan tersebut.

 

Dalam peninjauan itu terungkap, Gang Teluk Mendung ternyata berada di kawasan yang masuk jalur hijau berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banjarmasin. Meski demikian, Yamin menegaskan status tersebut tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengabaikan kebutuhan masyarakat.

 

“Memang berdasarkan tata ruang, kawasan ini masuk jalur hijau. Tetapi saya sudah meminta dinas terkait untuk mengkaji kembali, termasuk melihat status jalannya,” ujar Yamin.

 

Ia menilai keberadaan jalan tersebut sangat vital karena menjadi akses utama warga, khususnya para petani, untuk mengangkut hasil pertanian dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin akan melakukan kajian teknis guna menentukan langkah terbaik. Bahkan, peluang peningkatan kualitas jalan hingga pelebaran pun terbuka apabila secara aturan memungkinkan.

 

“Kalau memang memungkinkan, tentu akan kita lakukan perbaikan, bahkan pelebaran jalan. Apakah nantinya dicor atau diaspal, itu akan disesuaikan dengan hasil kajian teknis,” tegasnya.

 

Sebelumnya, rasa kecewa karena bertahun-tahun menunggu pembangunan membuat warga memilih bertindak sendiri. Dengan dana hasil urunan, mereka bergotong royong mengecor sebagian ruas jalan yang rusak parah agar tetap dapat dilintasi dengan aman.

 

Padahal, panjang jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai lebih dari 500 meter. Namun karena keterbatasan anggaran, warga baru mampu memperbaiki beberapa titik yang dinilai paling berbahaya.

 

Salah seorang warga, Junaidi, mengaku langkah swadaya itu terpaksa dilakukan karena warga sudah tidak sanggup lagi menunggu realisasi pembangunan.

 

“Kami terpaksa patungan memperbaiki jalan ini karena sudah tidak bisa menunggu lagi. Dana berasal dari urunan warga, karena kalau menunggu pemerintah sampai sekarang belum ada realisasinya,” tandasnya.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait