180 karyawan TVRI Jawa Timur di Rapid Test, 6 Reaktif

ilustrasi

kalselpos.com – Kantor Televisi Republik Indonesia (TVRI) Jawa Timur di Surabaya setelah dua pegawainya meninggal dunia dan dimakamkan dengan protokol Covid-19 dilakukan penutupan sementara selama 15 hari.

“TVRI Jawa Timur dilakukan penutupan selama 15 hari. Saat ini hanya me-relay siaran dari Jakarta saja,” ujar Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno.

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Iman, hal itu terkait dengan meninggalnya dua orang pegawai TVRI Jawa Timur di Surabaya pada Sabtu 11 Juli 2020, dan Minggu 12 Juli 2020. Keduanya dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Menyikapi kondisi itu akhirnya Kepala Stasiun Jatim meminta ke dirut untuk menutup sementara TVRI Jatim.

Permintan itu disetujui Iman Brotoseno dengan pengecualiaan kontributor dan petugas transmisi tetap bekerja.

“Sejak Kamis 9 Juli, 180 pegawai TVRI Jatim sudah di rapid test yang mana ada beberapa terpapar reaktif. Namun, hasil swab belum keluar,” kata dia.

Kepala TVRI Jawa Timur, Akbar Sahidi juga menuturkan, pihaknya sudah menggelar rapid test atau tes cepat pada 9 Juli 2020 yang diikuti sekitar 180 karyawan.

“Enam dinyatakan reaktif kemudian ikuti tes swab yang dilakukan gugus tugas di BPSDM Diklat Balongsari. Hasilnya belum keluar dan enam orang tersebut sudah jalani isolasi mandiri,” kata Akbar

Akbar mengatakan, pihaknya sudah meminta izin ke pusat untuk memberlakukan penutupan sementara selama 15 hari yang dimulai sejak 13 Juli 2020.

“Kami disarankan relay siaran nasional. Tidak ada operasional, bagian administrasi kantor juga off. Kami akan bekerja sama, koordinasi dengan gugus tugas untuk tingkatkan tes swab,” kata dia.

kalselpos.com : Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Banjarmasin Kalsel Kalimantan Nasional dan Dunia

Editor: Bambang CE
Sumber: Net/ *