Baru Buka, Gerai KDMP di Bojonegoro Tutup Akibat Pengelola Mogok Kerja

Teks foto : Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tampak tertutup rapat dengan pintu harmonika merah yang terkunci, Senin (6/7/2026). (Foto: Istimewa)(kalselpos.com)

kalselpos.com – Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini berhenti beroperasi. Padahal, gerai koperasi ini baru saja resmi dibuka beberapa bulan lalu.

 

Bacaan Lainnya

Tutupnya gerai KDMP yang sempat dikunjungi oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita ini dipicu oleh aksi mogok kerja para pengelolanya.

 

Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno, membenarkan informasi mengenai penutupan operasional gerai tersebut sejak Jumat (3/7/2026). Ia mengaku telah menerima keluhan langsung dari pihak pengelola.

 

“Kami mendapat aduan dari pengelola di desa kami bahwa mulai hari ini (Jumat) KDMP Campurejo ditutup,” ujar Edi kepada awak media, Jumat siang dilansir dari berbagai sumber.

 

Menurut laporan yang diterima Edi, para pengelola kecewa karena menerima upah yang jauh di bawah harapan sejak gerai mulai beroperasi. Besaran gaji bulanan yang dibayarkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara selaku mitra dinilai sangat tidak layak.

 

“Gaji dari PT Agrinas jauh dari harapan,” kata Edi.

 

Ia membeberkan nominal gaji yang diterima para pekerja sangat bervariasi dan memprihatinkan, yakni mulai dari Rp76 ribu hingga Rp1,4 juta saja. Hal inilah yang memicu kekecewaan mendalam hingga pengelola memutuskan mogok massal.

 

Selain masalah upah minim, para pengelola juga mengaku tidak pernah menerima surat perjanjian kerja (SPK) tertulis. Sejak awal direkrut, mereka tidak mendapatkan penjelasan resmi mengenai sistem dan besaran gaji yang akan diterima.

 

“Menurut keterangan pengelola, saat mulai bekerja tidak ada surat perjanjian maupun pemberitahuan mengenai besaran gaji yang akan mereka peroleh,” ungkapnya.

 

Edi juga menyoroti ketiadaan jaminan perlindungan kerja bagi warganya yang mengelola gerai tersebut. Hingga kini, para pekerja belum didaftarkan dalam fasilitas BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

 

“Saya pikir wajar jika mereka kecewa terhadap PT Agrinas. Selain gaji sangat kecil, mereka juga tidak mendapatkan jaminan keselamatan kerja. Padahal, setiap bulan mereka diwajibkan menyetorkan seluruh pendapatan KDMP kepada PT Agrinas,” tegas Edi.

 

Sebelumnya, gerai KDMP Desa Campurejo sempat menjadi sorotan publik saat dikunjungi langsung oleh Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa M, dalam agenda peluncuran program pada 11 Juni 2026 lalu. Namun, baru sebulan berselang, program tersebut kini justru terbengkaliah akibat konflik ketenagakerjaan.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait