Bunda Paud Faridah Yamani: Pendidikan Anak Tak Cukup dengan Calistung

Teks foto Bunda Paud Tapin Hj Faridah Yamani saat berinteraksi dengan anak anak di TK Pembina Lokpaikat sekaligus memberikan semangat untuk membentuk karakter anak sejak usia dini.(ist)(kalselpos.com)

Bunda PAUD Tapin Hj Faridah Yamani mengunjungi TKN Pembina 1 Lokpaikat dan menegaskan pentingnya pembentukan karakter anak ketimbang calistung.

Rantau, kalselpos.com  – Pendidikan anak usia dini tidak semestinya hanya mengejar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Pembentukan karakter, kemandirian, serta kesiapan emosional justru menjadi fondasi penting sebelum anak memasuki sekolah dasar.

Bacaan Lainnya

 

Pesan itu disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Tapin Hj Faridah Yamani saat mengunjungi TK Negeri Pembina 1 Lokpaikat.

 

Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak orang tua dan guru membangun pola pendidikan yang selaras antara sekolah dan keluarga.

 

Menurut Faridah, pendidikan prasekolah memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun. Satu tahun pendidikan PAUD atau taman kanak-kanak menjadi kesempatan bagi anak untuk mengembangkan karakter, kemandirian, dan kesiapan mental sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

 

Ia mengingatkan orang tua agar tidak terburu-buru menuntut anak menguasai kemampuan akademis. Transisi dari PAUD ke sekolah dasar perlu berlangsung menyenangkan, tanpa tekanan yang dapat mengurangi kenyamanan anak dalam belajar.

 

Kesiapan emosional dan kemampuan bersosialisasi, kata dia, perlu mendapat perhatian yang seimbang dengan perkembangan akademis. Anak harus merasa aman di lingkungan sekolah agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

 

Selain melalui pendidikan formal, pembentukan karakter perlu dilanjutkan di rumah.

 

Faridah mendorong orang tua membiasakan anak menerapkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, rajin beribadah, aktif berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

 

“Kebiasaan tersebut diharapkan tumbuh melalui pendampingan dan keteladanan orang tua, bukan semata-mata melalui perintah, “jelasnya.

 

Kemudian Sekolah dan keluarga perlu saling mendukung agar nilai-nilai positif yang dipelajari anak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kunjungan itu juga diisi dengan pembelajaran praktik salat bagi anak-anak sebagai upaya mengenalkan kebiasaan beribadah sejak dini. Selain itu, kegiatan madihin dan sosialisasi terkait perlindungan anak menjadi bagian dari agenda dan Pembagian masker.

 

Faridah berharap kerja sama antara orang tua, guru, dan pemerintah dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Tujuannya bukan sekadar menyiapkan anak memasuki sekolah dasar, melainkan membentuk generasi Tapin yang sehat, cerdas, mandiri, dan berkarakter.

 

 

 

Pos terkait